TOPIKINDONESIA.ID – Pemerintah Provinsi Lampung mencatat realisasi retribusi daerah hingga Semester I Tahun Anggaran 2026 mencapai 51,80 persen dari target Rp485 miliar. Capaian tersebut dinilai masih berada di jalur yang tepat untuk memenuhi target pendapatan daerah hingga akhir tahun.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, saat memimpin Rapat Evaluasi Retribusi Daerah Semester I Tahun 2026 di Ruang Sakai Sambayan, Rabu (22/7/2026).
Marindo menjelaskan, secara keseluruhan realisasi pendapatan daerah hingga Juni 2026 telah mencapai 50,66 persen dari target APBD. Dari total APBD sekitar Rp7 triliun, pendapatan daerah telah terealisasi sekitar Rp3,5 triliun.
“Untuk retribusi daerah, realisasinya sudah mencapai 51,80 persen dari target Rp485 miliar. Angka ini masih sesuai dengan target yang direncanakan pada pertengahan tahun,” kata Marindo.
Ia optimistis target Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana transfer, dan sumber pendapatan lainnya dapat tercapai bahkan berpeluang melampaui target hingga akhir tahun anggaran.
Dalam evaluasi tersebut, sejumlah OPD berhasil melampaui target retribusi, di antaranya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sebesar 300,02 persen, Dinas Perkebunan 214,61 persen, BPSDM 177,51 persen, Dinas Kehutanan 167,90 persen, serta Biro Umum 138,65 persen.
Sementara berdasarkan nilai nominal, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi menjadi penyumbang retribusi terbesar dengan realisasi Rp10,99 miliar atau 62,26 persen dari target.
Di sisi lain, masih terdapat OPD dengan realisasi retribusi yang relatif rendah, seperti Dinas Perhubungan 5,32 persen, Dinas Koperasi dan UKM 9,93 persen, Dinas Kesehatan 16,50 persen, serta Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura 22,19 persen.
Marindo menegaskan perbedaan capaian tersebut dipengaruhi karakteristik masing-masing sumber penerimaan. Meski demikian, seluruh OPD diminta terus mengoptimalkan potensi retribusi agar target PAD Provinsi Lampung dapat tercapai.
“Setiap OPD memiliki karakteristik pendapatan yang berbeda. Namun semuanya memiliki komitmen yang sama untuk memenuhi target. Karena itu kami mendorong seluruh OPD terus mengoptimalkan potensi pendapatan daerah yang ada,” tegasnya.(*)












