TOPIKINDONESIA.ID – Pemerintah Provinsi Lampung mulai memperkuat pengembangan komoditas bawang putih sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus mengejar target swasembada bawang putih nasional pada 2029.
Langkah tersebut dibahas Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan bersama Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI Taufiq Ratule di ruang kerja Sekdaprov Lampung, Jumat (18/9/2026).
Dalam pertemuan itu, pemerintah membahas sejumlah kebutuhan utama pengembangan bawang putih, mulai dari kesiapan lahan, dukungan kepada petani, ketersediaan benih, hingga strategi memperluas areal tanam di Lampung.
Kementerian Pertanian tahun ini mengembangkan bawang putih seluas 5.000 hektare di berbagai daerah. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produksi sekaligus menyiapkan sumber benih untuk musim tanam berikutnya sebagai bagian dari target swasembada nasional pada 2029.
Lampung menjadi salah satu daerah yang mendapat dukungan. Tahun ini, sebanyak 40 hektare lahan di Lampung Barat dialokasikan untuk pengembangan bawang putih, lengkap dengan dukungan benih dan sarana produksi bagi petani.
Pemprov Lampung juga ikut memberikan dukungan melalui penyediaan Pupuk Hayati Cair (PHC) kepada kelompok tani yang mengembangkan komoditas tersebut.
Pengembangan bawang putih ini ditargetkan tidak berhenti pada satu musim tanam. Sebagian hasil panen akan diserap penangkar atau offtaker yang telah disiapkan, sementara sebagian lainnya diarahkan menjadi benih untuk musim tanam 2027. Pola ini diharapkan membuat budidaya bawang putih dapat terus berlanjut dan secara bertahap mendorong kemandirian petani.
Peluang Lampung untuk memperluas komoditas ini juga cukup besar. Pada 2027, Kementerian Pertanian menargetkan perluasan tanam bawang putih secara nasional mencapai 20.000 hektare. Dari hasil pemetaan, Lampung memiliki potensi lahan sekitar 870 hektare yang dapat dikembangkan untuk bawang putih.
Selain dukungan melalui APBN, Lampung juga akan memperoleh alokasi wajib tanam 100 hektare pada 2027 melalui skema kerja sama antara importir dan petani.
Untuk memastikan potensi tersebut dapat dimanfaatkan, Kabupaten Lampung Barat dan Tanggamus akan melakukan identifikasi lahan potensial sekaligus memetakan berbagai kendala yang dihadapi petani di lapangan.
Pengawasan benih juga menjadi perhatian. Pemerintah akan meningkatkan kapasitas petugas melalui pelatihan pengawasan dan sertifikasi agar ketersediaan serta mutu benih bawang putih tetap terjaga.
Dengan potensi lahan yang mencapai ratusan hektare dan dukungan pemerintah pusat maupun daerah, pengembangan bawang putih di Lampung diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Tak hanya meningkatkan produksi daerah, program ini juga diarahkan untuk memperkuat kontribusi Lampung terhadap target swasembada bawang putih nasional pada 2029.(*)












