Gubernur Mirza Dorong Kampus Jadi Lokomotif Hilirisasi Pertanian Lampung

426 views

TOPIKINDONESIA.ID – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong perguruan tinggi mengambil peran lebih besar dalam mempercepat hilirisasi komoditas unggulan daerah.

Menurut Mirza, kolaborasi pemerintah daerah dengan perguruan tinggi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu menjawab kebutuhan industri.

Hal itu disampaikan Mirza saat memberikan kuliah umum dalam kegiatan Harmoni Akademik Nagamandala untuk Anak Tunggal Negeri (HANUANG) 2026 bertema “Pembekalan Wawasan Kebangsaan” di Universitas Indonesia Mandiri, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Kamis (17/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Mirza menyoroti masih terbatasnya pengembangan produk turunan dari sejumlah komoditas utama Lampung, seperti padi, jagung, singkong, dan gaplek. Komoditas tersebut dinilai masih banyak dipasarkan sebagai bahan mentah maupun produk olahan primer.

“Padi hari ini belum ada turunannya, baru sebatas beras. Padahal padi bisa diolah menjadi tepung beras, rice bran oil, hingga beragam produk olahan pangan,” ujar Mirza.

Ia menambahkan, potensi hilirisasi juga terbuka luas pada komoditas jagung dan singkong. Menurutnya, kedua komoditas tersebut dapat dikembangkan untuk berbagai kebutuhan industri, termasuk bioetanol, biodiesel hingga sektor farmasi.

Mirza menilai persoalan hilirisasi tidak hanya berkaitan dengan teknologi dan investasi, tetapi juga ketersediaan tenaga ahli. Karena itu, perguruan tinggi diminta tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga memperkuat penelitian yang dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan industri di daerah.

“Pemda memegang fungsi kebijakan, sementara perguruan tinggi menyalakan mesin inovasi melalui penelitian. Kita harus bekerja sama dan berkolaborasi agar tujuan utama kita tercapai, yaitu masyarakat Lampung yang sejahtera,” tegasnya.

Selain berbicara mengenai hilirisasi, Mirza memberikan pembekalan wawasan kebangsaan kepada mahasiswa. Ia mengingatkan generasi muda agar melihat keberagaman sebagai kekuatan, menjaga persatuan, serta menggunakan ilmu pengetahuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jadikan masa kuliah sebagai masa yang berdampak. Lampung membutuhkan generasi yang berilmu, berkarakter, serta berani hadir menyelesaikan masalah-masalah di daerah,” kata Mirza.(*)