TOPIKINDONESIA.ID – Malam itu, Masjid An Nur Sakura Residence di RT 007, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, terasa lebih semarak dari biasanya.
Ratusan warga dan jamaah berkumpul dalam suasana penuh kehangatan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Sabtu (19/9/2026) malam.
Sejak rangkaian acara dimulai sekitar pukul 20.00 WIB, halaman dan lingkungan masjid dipenuhi warga dari berbagai kalangan. Anak-anak, remaja masjid, ibu-ibu majelis taklim hingga para orang tua larut dalam suasana kebersamaan.
Ada pemandangan menarik yang menjadi bagian dari tradisi warga, yakni pembuatan kembang telor. Dengan penuh antusias, warga mengerjakannya secara bersama-sama. Iringan musik dan lantunan lagu-lagu Islami pun membuat suasana semakin akrab dan meriah.
Ketua Panitia Pelaksana, Wahyu Prastyo, mengapresiasi antusiasme warga yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, malam ini kita bisa bersama-sama memperingati kelahiran junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Terima kasih kepada seluruh jamaah masjid, anak-anak, remaja masjid, dan ibu-ibu yang sudah berpartisipasi,” ujar Wahyu.
Kepala Lingkungan (Kaling) I Kelurahan Kedaung, Sudarjo, yang mewakili Lurah Kedaung Bochari, SH, turut hadir dan membacakan sambutan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana.

Dalam sambutannya, Sudarjo menyampaikan salam Wali Kota kepada masyarakat sekaligus mengajak warga menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum mempererat silaturahmi dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.
“Alhamdulillah kita dapat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang kita laksanakan hari ini. Sekaligus menjadi ajang silaturahmi Pemerintah Kota Bandar Lampung dengan seluruh masyarakat,” ujar Sudarjo saat membacakan sambutan Wali Kota.
Ia juga menyampaikan sejumlah program Pemerintah Kota Bandar Lampung yang ditujukan bagi masyarakat.
“Pemerintah Kota Bandar Lampung sudah memberikan sekolah gratis, kesehatan gratis untuk warga yang mempunyai KK atau KTP Bandar Lampung,” katanya.
Sementara itu, Ketua DKM Masjid An Nur Sakura Residence, Roni Julianto, mengatakan tradisi kembang telor sengaja dipertahankan sebagai bagian dari ungkapan rasa syukur dan kegembiraan menyambut Maulid Nabi.
Menurutnya, kembang telor bukan sekadar hiasan. Tradisi tersebut juga menjadi sarana mengenalkan kecintaan kepada Rasulullah SAW kepada generasi muda.
“Kembang telor ini bukan sekadar hiasan. Ini lambang kebahagiaan kita menyambut Maulid, sekaligus mengajarkan anak-anak untuk mencintai Rasulullah sejak dini. Semoga kegiatan ini menjadi wadah mempererat silaturahmi dan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya.

Roni berharap momentum Maulid Nabi semakin mempererat persaudaraan antarwarga sekaligus mendorong masyarakat untuk bersama-sama memakmurkan masjid melalui berbagai kegiatan keagamaan.
Rangkaian acara kemudian berlanjut dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Rosi’in, pembacaan hadorot oleh Ustaz Zul Afkar Sa’id, serta shalawat bersama.
Suasana semakin khidmat ketika jamaah mengikuti tausiyah yang disampaikan Ustaz H. Didin Nashruddin, S.Ag, dengan tema “Istiqamah dalam Keadaan Sulit ala Rasulullah SAW.”
Ketua RT 007, Benny Sitanggang, menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga dan undangan yang telah hadir.
“Ini acara Maulid Nabi, sekaligus untuk silaturahmi antarwarga di lingkungan Perumahan Sakura Residence,” ujarnya.
Dalam tausiyahnya, Ustaz yang akrab disapa Ustaz Didink itu mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Maulid Nabi ini bukan sekadar perayaan, tapi pengingat bagi kita semua. Bagaimana akhlak Rasulullah yang jujur, amanah, sabar, dan penuh kasih sayang harus kita contoh dalam keluarga, bertetangga, dan bermasyarakat,” tuturnya.

Menariknya, Ustaz Didink juga mengaitkan keberadaan kembang telor dengan semangat melahirkan generasi penerus yang mencintai Rasulullah SAW.
“Kembang telor ini bukan sekadar hiasan. Ini lambang kebahagiaan kita menyambut Maulid, sekaligus mengajarkan anak-anak untuk mencintai Rasulullah sejak dini. Dan menelurkan generasi penerus bangsa selanjutnya,” ucapnya.
Ia melanjutkan, keberadaan telur dalam kembang telor dapat dimaknai sebagai simbol semangat untuk “menelurkan” generasi penerus yang lebih baik, termasuk generasi muda yang kelak meneruskan syiar dan kehidupan umat.
“Menelurkan semangat mencintai Rasulullah dan menelurkan generasi penerus yang lebih baik. Termasuk azan pun generasi muda ini bisa meneruskan,” katanya.
Ustaz Didink juga mengingatkan jamaah bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan dalam kehidupan nyata, salah satunya dengan memakmurkan masjid.
“Kalau kita mengaku cinta Rasul, buktikan dengan menjaga shalat berjamaah di masjid, memperbanyak shalawat, dan memakmurkan masjid. Anak-anak kita ajak ke masjid, jangan sampai jauh dari masjid,” pesannya.
Pesan tersebut seakan menjadi benang merah dalam peringatan Maulid Nabi di Masjid An Nur Sakura Residence malam itu: bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak berhenti pada perayaan, tetapi perlu diteruskan melalui akhlak, ibadah, kebersamaan, dan pendidikan generasi muda.
Hingga acara berakhir, jamaah tetap mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat. Senyum anak-anak, kebersamaan warga, lantunan shalawat dan tausiyah berpadu menjadi suasana religius yang hangat.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid An Nur Sakura Residence pun bukan sekadar tradisi tahunan. Ia menjadi ruang silaturahmi, sarana menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, sekaligus ikhtiar bersama untuk menghidupkan masjid dan menumbuhkan generasi yang dekat dengan nilai-nilai agama.Acara kemudian ditutup dengan doa bersama.(*)












