Lampung–Jateng Perkuat Ikatan, Transaksi Rp833 Miliar

266 views

TOPIKINDONESIA.ID – Suasana hangat terasa di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, pada Selasa (6/1/2026) kemarin.

Dua provinsi dengan ikatan sejarah panjang, Lampung dan Jawa Tengah, kembali meneguhkan kerja sama melalui penandatanganan 11 kesepakatan strategis dengan nilai transaksi mencapai Rp833 miliar.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi hadir langsung dalam agenda tersebut, didampingi jajaran OPD, BUMD, serta pelaku usaha dari kedua daerah. Angka transaksi yang tercatat menjadi penanda kuatnya hubungan ekonomi dan sosial antara Sumatera dan Jawa.

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menekankan bahwa relasi Lampung dan Jawa Tengah bukan hanya urusan administrasi pemerintahan, melainkan ikatan emosional yang tumbuh dari sejarah transmigrasi dan akulturasi budaya.

“Lampung dan Jawa Tengah sudah lama terhubung. Data BPS menunjukkan sekitar 57 persen penduduk Lampung bersuku Jawa, sebagian besar berasal dari Jawa Tengah. Ini modal sosial yang luar biasa,” ujarnya.

Lampung, kata Mirza, memiliki posisi strategis sebagai gerbang Sumatera dengan kekuatan di sektor pertanian, perkebunan, dan penyediaan bahan baku. Sementara Jawa Tengah dipandang sukses membangun ekosistem industri dan manufaktur yang ramah investasi.

“Jawa Tengah sering dijadikan contoh nasional. Kawasan industrinya tertata, investasinya masuk, dan dukungan pemerintahnya kuat,” ungkapnya.

Nilai transaksi Rp833 miliar dinilai sebagai bukti nyata keterhubungan rantai pasok antara Jawa dan Sumatera. Kehadiran pelaku usaha dan BUMD memperlihatkan bahwa pembangunan daerah akan semakin kokoh ketika pemerintah dan dunia usaha berjalan beriringan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya kolaborasi lintas daerah di tengah keterbatasan anggaran.

“Pembangunan tidak bisa hanya bertumpu pada APBD. Kita perlu integrasi ekonomi domestik antardaerah melalui skema business to business,” katanya.

Ia juga menyebut kepala daerah memiliki peran strategis sebagai “manajer pemasaran” daerah untuk menarik investasi dan membuka peluang ekonomi baru.

Sebanyak 11 kerja sama yang disepakati mencakup sektor pendidikan vokasi, industri dan perdagangan, energi, pertanian, pariwisata, hingga penguatan rantai pasok komoditas unggulan seperti gula, kopi, ubi, dan bawang—menjadi penanda bahwa ikatan Lampung dan Jawa Tengah terus bergerak dari sejarah menuju masa depan.(*)