Padi Muda Itu Rebah, Harapan Petani Pesawaran Ikut Goyah

337 views

Tikus Menyelinap, Petani Menahan Gelisah

TOPIKINDONESIA.ID – Sawah di Desa Penengahan, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, pagi itu tidak sepenuhnya hijau. Di sela embun yang masih menggantung, batang-batang padi muda tampak rebah, sebagian patah, sebagian lain menguning sebelum waktunya. Tak ada angin kencang, tak pula banjir. Yang datang diam-diam adalah tikus.

Tanaman padi yang diserang baru berusia 20 hingga 30 hari setelah tanam. Usia yang seharusnya menjadi awal keyakinan, namun justru berubah menjadi masa paling rapuh. Tikus memakan batang padi, meninggalkannya roboh dan sulit bangkit kembali.

Mat, petani setempat, berdiri lama di pematang sawahnya. Pandangannya tertahan pada tanaman yang tak lagi tegak.

“Batangnya dimakan tikus. Ditinggal roboh. Susah hidup lagi,” katanya pelan, Sabtu (3/1/2025).

Serangan ini tak datang sekaligus. Ia bergerak perlahan, berpindah dari satu petak ke petak lain. Dalam beberapa pekan terakhir, petani mulai menyadari bahwa sawah mereka sedang tidak baik-baik saja. Namun upaya pengendalian baru dilakukan setelah kerusakan benar-benar terlihat.

Padahal, tanda-tanda telah muncul sejak awal. Sarang tikus banyak ditemukan di sepanjang pematang sawah. Namun keterbatasan alat, pengetahuan, dan lemahnya pendampingan membuat peringatan dini itu tak segera direspons.

Di petak sawah yang lain, Jamsari memilih bertahan dengan cara paling sederhana: mengarit. Setiap batang yang rusak ia potong, berharap tunas baru tumbuh menggantikan yang patah.

“Kalau tidak diarit, daunnya jadi kuning semua,” ujarnya singkat.

Ledakan populasi tikus kini menjadi kegelisahan bersama. Bukan hanya soal batang padi yang hilang, tetapi juga biaya tanam, waktu, dan harapan panen yang terancam menyusut. Di desa, gagal panen bukan sekadar angka, melainkan soal dapur yang tetap harus berasap.

Petani berharap pemerintah hadir lebih awal, bukan setelah sawah rebah. Pendampingan teknis, gerakan pengendalian hama secara serentak, serta sistem deteksi dini dinilai penting agar padi muda tak terus tumbuh dalam kecemasan, dan sawah desa kembali menjadi ruang harapan, bukan sunyi yang digerogoti.(*)