Mantan Jurnalis Pimpin BGN, Nanik S Deyang Didorong Percepat Program MBG

23 views

TOPIKINDONESIA.ID – Sosok Nanik S Deyang yang dikenal memiliki latar belakang sebagai jurnalis kini mendapat amanah besar dari Presiden Prabowo Subianto. Ia resmi ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menggantikan Dadan Hindayana, pada Selasa (2/6/2026) kemarin, dengan tugas utama mengakselerasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Penunjukan Nanik menarik perhatian karena perjalanan kariernya yang berangkat dari dunia jurnalistik hingga dipercaya memimpin lembaga strategis yang bertanggung jawab meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia. Bersama dua wakil kepala yang baru, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono, Nanik diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi serta mempercepat pelaksanaan program-program BGN di seluruh daerah.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa jajaran pimpinan baru BGN harus segera melakukan konsolidasi internal dan memperkuat koordinasi lintas kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Pemerintah berharap kepemimpinan baru dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas gizi, kesehatan, dan sumber daya manusia Indonesia.

Dengan pengalaman panjang di berbagai bidang, Nanik kini menghadapi tantangan besar untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta mampu menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Dilansir dari Wikipedia, bahwa Nanik memulai karier profesionalnya sebagai jurnalis lapangan di Tabloid Bangkit di bawah naungan Kompas Gramedia. Ia kemudian merambah level manajemen korporasi pers dengan menduduki sejumlah posisi strategis di Kelompok Media Peluang, termasuk menjabat Pemimpin Umum Majalah Femme, Direktur Utama Tabloid Info Kecantikan, serta Komisaris di Tabloid Info Kuliner, Peluang Usaha, dan The Politic.

Rekam jejak panjangnya di industri media cetak nasional selama belasan tahun membentuk kompetensi utamanya dalam aspek komunikasi publik, investigasi, dan tata kelola organisasi.

Kiprah politiknya di tingkat nasional mulai dikenal luas ketika ia bergabung dalam lingkaran inti pendukung Prabowo Subianto. Pada Pemilihan Umum Presiden Indonesia 2019, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur untuk pasangan Prabowo Subianto–Sandiaga Uno, serta aktif sebagai Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).

Setelah kemenangan Prabowo Subianto pada Pilpres 2024, Nanik mulai memasuki ranah birokrasi pemerintahan pusat. Ia berturut-turut dilantik sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (Oktober 2024–September 2025), Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) (Juni 2025), dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (September 2025).

Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (2024–2025)

Setelah kemenangan Prabowo Subianto dalam Pemilihan Umum Presiden Indonesia 2024, Nanik mulai memasuki ranah birokrasi pemerintahan pusat. Pada Oktober 2024, ia resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan untuk masa jabatan periode 2024–2029. Di lembaga non-kementerian tersebut, ia bertugas mendampingi Budiman Sudjatmiko guna merumuskan program-program strategis jaring pengaman sosial dan penanganan kemiskinan ekstrem di Indonesia.[8]

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (2025–2026)

Dinamika tugas birokrasinya berlanjut ketika pada 17 September 2025, Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara. Seiring dengan pelantikan tersebut, ia diberhentikan secara hormat dari posisi sebelumnya di Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan agar dapat memfokuskan kinerjanya pada sektor kecukupan gizi nasional. Di lembaga ini, ia secara spesifik dipercaya memimpin penugasan sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Selama mengemban jabatan tersebut, ia aktif melakukan pemantauan lapangan, evaluasi efisiensi anggaran, hingga penutupan unit-unit dapur pelayanan gizi yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan.

Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) (2025–sekarang)

Pada 12 Juni 2025, karier eksekutif Nanik merambah ke sektor korporasi milik negara. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjuk dirinya untuk menduduki posisi sebagai Komisaris Independen di perusahaan minyak dan gas bumi nasional, PT Pertamina (Persero). Jabatan ini diamanatkan kepadanya dalam rangka memperkuat fungsi pengawasan kepatuhan korporasi dan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

Kepala Badan Gizi Nasional (2026–Sekarang)

Berdasarkan pengumuman resmi dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Selasa 2 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru untuk menggantikan Dadan Hindayana. Melalui penunjukan ini, ia memegang otoritas penuh dalam memimpin pelaksanaan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam menjalankan tugas barunya tersebut, ia didampingi oleh dua wakil kepala yang baru ditunjuk, yaitu Agustina Arumsari (mantan Wakil Kepala BPKP) dan Mayjen TNI Trenggono (kopassus). (*)