TOPIKINDONESIA.ID – Infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Provinsi Lampung. Hingga kini, tercatat masih ada sepanjang 92 kilometer ruas jalan provinsi yang belum pernah diaspal. Kondisi tersebut tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Kabupaten Tanggamus, Way Kanan, hingga Tulang Bawang.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, mengatakan ruas jalan yang belum tersentuh pembangunan umumnya merupakan akses penting bagi warga, termasuk jalur hasil pertanian dan perkebunan. Namun, karena keterbatasan anggaran, pembangunan harus dilakukan bertahap.
“Kalau terkait kendala, yang utama tentu dana. Kalau dananya tersedia, pasti sudah kita aspal. Tapi saat ini kita hanya bisa mengerjakan sesuai kemampuan anggaran,” ujar Taufiqullah, Selasa (26/8/2025).
Warga Keluhkan Akses Jalan
Di Tanggamus, ruas jalan Kiluan–Simpang Umbar hingga Blok 9 Suoh masih berupa jalan tanah berbatu. Hal itu menyulitkan warga, terutama di musim hujan.
Sutrisno (45), petani kopi asal Suoh, mengaku harus merogoh kocek lebih besar untuk biaya angkut panen. “Kalau hujan, truk enggak bisa masuk. Kami terpaksa sewa ojek motor trail untuk bawa kopi ke pinggir jalan besar. Biayanya jadi dua kali lipat,” keluhnya.
Keluhan serupa datang dari Way Kanan. Jalur Kasui–Air Ringkih menuju perbatasan Sumsel kerap menjadi hambatan utama anak sekolah. “Setiap musim hujan, jalan becek sampai setengah ban motor. Pernah saya jatuh dua kali waktu mau ke sekolah,” kata Dwi (16), pelajar SMA di Kasui.
Sementara di Tulang Bawang, warga mengaku pembangunan jalan akan sangat membantu distribusi hasil pertanian. “Kalau jalan bagus, gabah bisa cepat sampai ke pasar. Selama ini biaya angkut mahal, jadi harga jual di tingkat petani rendah,” tutur Marni (38), petani padi di Gedung Aji.
Butuh Hampir Rp1 Triliun
BMBK Lampung memperkirakan kebutuhan biaya pembangunan jalan mencapai hampir Rp1 triliun. “Kalau 92 kilometer dikalikan Rp10 miliar per kilometer, totalnya sekitar Rp920 miliar. Karena itu kita lakukan bertahap, sambil melihat Lintas Harian Rata-Rata (LHR) dan potensi ekonominya,” jelas Taufiqullah.
Pemprov Lampung berkomitmen mencari berbagai skema pendanaan, baik melalui APBD maupun pinjaman daerah, agar pembangunan jalan bisa segera terealisasi.(red)












