Lakukan Undercover, Pelaku Pemeras dan Pemalsu Surat Rapid Tes Antigen Berhasil Diringkus Polres Lamsel di Pelabuhan Bakauheni

TOPIKINDONESIA.ID, LAMPUNG SELATAN – Polres Lampung Selatan (Lamsel) berhasil meringkus para pelaku tindak pidana pemerasan dan pemalsuan surat Rapid Test Antigen yang terjadi di areal Pelabuhan Bakauheni, Rabu (28/7/2021).

Uniknya, polisi melakukan penyamaran (undercover) dalam membongkar kasus tersebut. Sehingga Dua pelaku yakni W (37) dan D (29) berhasil ditangkap.

Kapolres Lamsel, AKBP Edwin menjelaskan, kedua tersangka dijerat dengan pasal berbeda. Pelaku W disangkakan Pasal 368 KUHPidana dan atau Pasal 14 (1) Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah penyakit Menular dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 Tahun.

Sedangkan tersangka Inisal D dikenakan Pasal 263 KUHPidana atau Pasal 266 KUHPidana atau Pasal 268 ayat (2) dan atau Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun.

Menurut Kapolres, Kronologinya, pada 21 Juli 2021 dibentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan terkait adanya tindak pidana pungli, pemerasan dan penyalahgunaan wewenang dalam operasi penyekatan PPKM Jawa-Bali di Pelabuhan Bakauheni. Kemudian, berdasarkan hasil penyelidikan diketahui modus operandi para pelaku tindak pidana tersebut.

“Di antaranya dengan cara menggunakan surat Rapid Test Antigen palsu dan memasukkan penumpang melalui jalur pintu keluar Pelabuhan Bakauheni tanpa menggunakan Rapid Test dengan membayar sejumlah uang,” ungkap Edwin.

Sebelumya tim yang dipimpin Kasat Reskrim, AKP Enrico D. Sidauruk melakukan penindakan diawali dengan penyamaran (undercover) dengan menunjuk dua personil untuk menjadi penumpang yang akan menyebrang ke Merak dan belum mempunyai surat Rapid Test Antigen. Pada 24 Juli 2021 sekira pukul 04.00 WIB berhasil diamankan dua tersangka yang diduga melakukan tindak pidana pemerasan dan pemalsuan Surat Rapid Test.

BACA JUGA:  Gubernur Lampung Dampingi Kunjungan Rombongan Tim Pemantauan Lokasi Penyekatan Peniadaan Mudik di Pelabuhan Bakauheni

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, para pelaku menggunakan Rapit Test Antigen dari nama Klinik Budi Pratama asal Lampung. Kemudian diketahui bahwa klinik tersebut tidak ditemukan keberadaannya. (SB/Fik/TI)