Gubernur Mirza Bantu Petani Lewat PHC

16 views

TOPIKINDONESIA.ID – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, meninjau langsung penerapan Pupuk Hayati Cair (PHC) di Desa Tebing, Kecamatan Melinting, Kabupaten Lampung Timur, Senin (6/7/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bukti keseriusan Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui inovasi teknologi berbasis mikroba.

Dalam kunjungan itu, Gubernur berdialog dengan Ketua Dekrani Kelompok Tani (Dekpoktan) Desa Tebing, Yakup, yang memaparkan berbagai hasil uji coba penggunaan PHC pada sejumlah komoditas pertanian.

Yakup mengungkapkan, PHC telah dicoba pada tanaman singkong dan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Umbi singkong tumbuh lebih besar dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

“Kami sudah membuktikan sendiri. Singkong yang menggunakan PHC menghasilkan umbi lebih besar. Sawit juga mengalami pertumbuhan yang lebih baik. Ini menjadi bukti bahwa PHC sangat membantu petani,” ujar Yakup.

Saat ini terdapat 18 kelompok tani di Desa Tebing yang siap memanfaatkan PHC. Namun, Yakup berharap dukungan pemerintah terus diperkuat agar pemanfaatannya semakin luas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur atas bantuan PHC. Harapan kami, program ini terus berlanjut sehingga semakin banyak petani merasakan manfaatnya,” katanya.

Kepala Desa Tebing, Ismail, mengaku bangga atas kunjungan Gubernur ke wilayahnya. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi perhatian besar bagi masyarakat yang selama ini berharap adanya dukungan nyata terhadap sektor pertanian.

“Kehadiran Pak Gubernur merupakan kebanggaan bagi masyarakat Desa Tebing. Kami siap memanfaatkan PHC dan mendistribusikannya kepada 18 kelompok tani agar produktivitas pertanian terus meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, PHC merupakan salah satu program strategis Pemprov Lampung untuk membantu petani menghadapi berbagai tantangan, mulai dari fluktuasi harga komoditas hingga rendahnya produktivitas lahan.

Menurutnya, kesejahteraan petani menjadi fondasi penting dalam pembangunan daerah.”Harga padi, jagung maupun singkong sering tidak stabil. Karena itu pemerintah harus hadir agar biaya produksi lebih efisien dan hasil panen meningkat. Melalui PHC kami ingin kualitas hasil pertanian semakin baik sehingga pendapatan petani ikut meningkat,” kata Mirza.

Ia menegaskan, meningkatnya kesejahteraan petani akan berdampak pada kualitas pendidikan, ketahanan pangan keluarga hingga pembangunan sumber daya manusia di Lampung.

“Kalau petani sejahtera, anak-anak bisa sekolah dengan baik, kebutuhan keluarga terpenuhi, dan masyarakat menjadi lebih maju. Itu tujuan utama program ini,” tegasnya.(*)