Lampung Jadi Basis Bioetanol Nasional

50 views

TOPIKINDONESIA.ID – Lampung kembali menjadi pusat perhatian dalam pengembangan energi terbarukan nasional. Pemerintah melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM memastikan pembangunan pabrik bioetanol di Provinsi Lampung akan dimulai pada paruh kedua tahun 2026 melalui kerja sama Pertamina New Renewable Energy (NRE) dan perusahaan Jepang, Toyota Tsusho.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI, Todotua Pasaribu, melakukan kunjungan kerja ke Lampung pada Selasa (9/6/2026) untuk meninjau calon lokasi pembangunan dua pabrik bioetanol di Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Lampung Selatan. Kunjungan tersebut didampingi Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, beserta jajaran Pemprov Lampung.

Sebelum meninjau lokasi, rombongan mengikuti rapat koordinasi terkait percepatan pembangunan proyek bioetanol di VIP Lounge Bandara Radin Inten II. Peninjauan dilakukan di kawasan Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, dan Desa Rejosari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

Todotua menyebut proyek ini merupakan tindak lanjut kerja sama yang telah dibahas sejak kunjungan pemerintah Indonesia ke Jepang tahun lalu. Salah satu agenda penting adalah pertemuan dengan CEO Toyota Motor Asia, Masahiko Maeda, untuk memperkuat investasi sektor energi hijau di Indonesia.

Menurutnya, Lampung dipilih karena memiliki pasokan bahan baku bioetanol yang melimpah, mulai dari tebu, singkong, sorgum hingga aren. Ketersediaan bahan baku tersebut dinilai mampu menjamin keberlanjutan produksi bioetanol dalam jangka panjang.

Pabrik tahap awal direncanakan memiliki kapasitas produksi 60.000 kiloliter per tahun. Pemerintah menargetkan proyek ini mulai beroperasi pada 2028 dan mendukung kebijakan campuran bahan bakar bioetanol E10 yang akan diterapkan secara lebih luas.

Selain pembangunan pabrik, kerja sama Indonesia-Jepang ini juga mencakup pengembangan perkebunan energi serta riset teknologi bioetanol. Kehadiran proyek tersebut diharapkan mampu mendorong investasi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat posisi Lampung sebagai lumbung energi terbarukan nasional.(*)