Sekdaprov Marindo Raih Predikat Terbaik RPL JPT Madya, Buktikan Kompetensi Pimpinan ASN Lampung

15 views

TOPIKINDONESIA.ID – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Dr. Ir. H. Marindo Kurniawan, S.T., M.M. menorehkan prestasi membanggakan dalam program pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Marindo Kurniawan meraih predikat terbaik dalam Diklat PIM I melalui program Graduation Relaksasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Jenjang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut disampaikan dalam kegiatan Graduation Relaksasi RPL Jenjang JPT Madya Tahun 2026, Selasa (15/9/2026).

Capaian tersebut menjadi catatan positif bagi Marindo Kurniawan sekaligus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi sebagai pejabat pimpinan tinggi di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Program Relaksasi RPL sendiri merupakan bagian dari transformasi pengembangan kompetensi ASN yang memberikan ruang bagi pengalaman, pengetahuan, keterampilan, serta proses pembelajaran yang telah diperoleh sebelumnya untuk mendapatkan pengakuan dalam standar kompetensi jabatan.

Dengan mekanisme tersebut, pengembangan kompetensi ASN tidak semata-mata diukur berdasarkan pendidikan formal maupun pelatihan yang diikuti, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman dan kemampuan yang telah diperoleh melalui pelaksanaan tugas serta tanggung jawab di lapangan.

Pengalaman ASN Mendapat Pengakuan

LAN sebelumnya menjelaskan bahwa program Relaksasi Rekognisi Pembelajaran Lampau untuk jenjang JPT Madya/Utama menjadi salah satu instrumen untuk memberikan pengakuan resmi terhadap pengalaman kerja dan pelatihan nonformal yang dimiliki ASN ke dalam standar kompetensi jabatan.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena seorang pejabat pimpinan tinggi tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik dan administratif, tetapi juga membutuhkan pengalaman, kemampuan mengambil keputusan, kepemimpinan, serta kecakapan dalam menyelesaikan berbagai persoalan pemerintahan.

Dalam konteks tersebut, pengalaman yang diperoleh seorang ASN selama menjalankan tugas pemerintahan menjadi bagian penting dalam membangun kualitas kepemimpinan birokrasi.

Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Purwadi Arianto, saat menghadiri pelaksanaan Relaksasi RPL di LAN pada 11 Agustus 2026, menyebut pendekatan tersebut penting untuk membangun sistem pengembangan kompetensi ASN yang lebih adaptif, fleksibel, serta berbasis pada capaian nyata di lapangan.

Program RPL juga menjadi bagian dari pengembangan kompetensi ASN berbasis pembelajaran sepanjang hayat.

Artinya, proses belajar seorang ASN tidak berhenti ketika menyelesaikan pendidikan formal atau mengikuti sebuah pelatihan. Pengalaman menjalankan pekerjaan, menyelesaikan persoalan, memimpin organisasi, mengambil keputusan, serta berinteraksi langsung dengan masyarakat juga menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memiliki nilai kompetensi.

Bagi pejabat pimpinan tinggi, mekanisme tersebut menjadi semakin relevan karena tanggung jawab yang diemban berkaitan langsung dengan pengambilan kebijakan, koordinasi pemerintahan, pengelolaan sumber daya, hingga memastikan pelayanan publik berjalan secara efektif.

Prestasi di Tengah Tuntutan Birokrasi Adaptif

Predikat terbaik yang diraih Marindo Kurniawan dalam program tersebut menjadi gambaran atas proses pengembangan kapasitas seorang pejabat pimpinan tinggi di tengah tuntutan birokrasi yang semakin kompleks.

Sebagai Sekdaprov Lampung, Marindo memiliki posisi strategis dalam membantu kepala daerah mengoordinasikan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pelayanan publik, serta pembinaan aparatur di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Karena itu, peningkatan kompetensi kepemimpinan menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Capaian dalam program Relaksasi RPL JPT Madya tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pengalaman yang diperoleh selama menjalankan tugas pemerintahan dapat menjadi bagian dari proses penguatan kompetensi kepemimpinan.

Program ini juga memberikan perspektif baru bahwa birokrasi modern membutuhkan aparatur yang tidak hanya memenuhi persyaratan administratif, tetapi benar-benar memiliki kemampuan untuk menghadapi perubahan dan menyelesaikan persoalan secara nyata.

Penguatan Kapasitas Pimpinan ASN di Lampung

Marindo Kurniawan sebelumnya juga terlibat dalam berbagai agenda yang berkaitan dengan penguatan kapasitas kepemimpinan ASN di Provinsi Lampung.

Salah satunya melalui penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh LAN bekerja sama dengan BPSDMD Provinsi Lampung.

Dalam agenda tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pejabat pimpinan tinggi pratama agar mampu melahirkan birokrasi yang profesional, adaptif, inovatif, serta mampu merespons berbagai perubahan dan kebutuhan masyarakat.

Penguatan kompetensi tersebut menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi, perubahan pola pelayanan publik, tuntutan transparansi pemerintahan, serta kebutuhan masyarakat terhadap layanan yang cepat dan berkualitas.

Birokrasi tidak lagi cukup hanya bekerja berdasarkan rutinitas. Aparatur dituntut mampu berpikir strategis, berinovasi, bekerja lintas sektor, serta menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan yang muncul di masyarakat.

Dalam kerangka itulah, pengembangan kompetensi melalui berbagai program LAN menjadi bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia aparatur.

RPL Bukan Sekadar Pengakuan Administratif

Kementerian PANRB sebelumnya menegaskan bahwa Rekognisi Pembelajaran Lampau bukan sekadar pemberian pengakuan administratif terhadap pengalaman seorang ASN.

Lebih dari itu, RPL diarahkan untuk mengakui pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman kerja yang diperoleh melalui pendidikan formal, pelatihan, maupun praktik kerja sehari-hari.

Dengan demikian, ASN yang telah memiliki pengalaman panjang dan relevan dengan kebutuhan jabatan mendapatkan ruang untuk mengintegrasikan pengalaman tersebut ke dalam proses pengembangan kompetensinya.

Konsep tersebut sekaligus mendorong lahirnya sistem pembelajaran ASN yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Pengalaman di lapangan menjadi sumber pembelajaran yang sangat berharga karena seorang pejabat dapat menghadapi langsung berbagai persoalan pemerintahan, mulai dari koordinasi antarlembaga, penyusunan kebijakan, pengelolaan program, pelayanan masyarakat hingga penyelesaian persoalan yang membutuhkan keputusan cepat dan tepat.

Menjadi Modal untuk Kinerja Pemerintahan

Predikat terbaik yang diraih Marindo Kurniawan dalam Graduation Relaksasi RPL JPT Madya Tahun 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan.

Capaian tersebut dapat menjadi modal penting untuk terus memperkuat kapasitas kepemimpinan dan kinerja birokrasi di Provinsi Lampung.

Terlebih, posisi Sekdaprov memiliki peran strategis dalam memastikan roda pemerintahan daerah berjalan secara terkoordinasi dan efektif.

Penguatan kompetensi pimpinan pada akhirnya diharapkan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas kerja aparatur secara keseluruhan.

Birokrasi yang memiliki pemimpin dengan kompetensi kuat akan lebih mudah diarahkan untuk bekerja secara profesional, terukur, responsif dan berorientasi pada hasil.

Di sisi lain, peningkatan kapasitas ASN juga menjadi bagian dari upaya menciptakan tata kelola pemerintahan yang semakin baik.

Masyarakat pada akhirnya tidak hanya membutuhkan birokrasi yang memiliki banyak program, tetapi juga membutuhkan pelayanan yang mudah, cepat, transparan dan memberikan manfaat nyata.

Prestasi untuk Lampung

Predikat terbaik yang diterima Marindo Kurniawan dalam program tersebut menjadi kabar positif bagi Pemerintah Provinsi Lampung.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi aparatur di daerah memiliki ruang yang besar untuk terus ditingkatkan melalui berbagai program pembelajaran dan pengakuan kompetensi yang diselenggarakan secara nasional.

Di tengah tuntutan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik, kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu fondasi utama.

Karena itu, pengalaman dan kompetensi yang dimiliki pejabat pimpinan tinggi perlu terus dikembangkan agar mampu diterjemahkan menjadi kebijakan dan pelayanan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan predikat terbaik dalam program Relaksasi RPL JPT Madya Tahun 2026, capaian Marindo Kurniawan tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari catatan penguatan kapasitas kepemimpinan birokrasi di Provinsi Lampung.

Ke depan, capaian tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat semangat untuk menghadirkan birokrasi Lampung yang profesional, adaptif, inovatif, berintegritas dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Sebab, pada akhirnya, keberhasilan pengembangan kompetensi ASN bukan hanya diukur dari sertifikat maupun predikat yang diraih, tetapi dari seberapa besar ilmu, pengalaman dan kemampuan kepemimpinan tersebut mampu diterjemahkan menjadi kinerja pemerintahan yang lebih baik dan pelayanan publik yang benar-benar dirasakan masyarakat.(***)