Musda Golkar Bandar Lampung 21 September, Rycko Kantongi Restu Bahlil

16 views

TOPIKINDONESIA.ID – Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kota Bandarlampung dijadwalkan berlangsung pada 21 September 2026 di Gedung Graha Karya Utama Golkar Provinsi Lampung.

Kepastian pelaksanaan Musda disampaikan Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung, H. Riza Mirhadi, SH., dalam rapat pengurus DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung, Selasa (15/9/2026).

Riza mengatakan, pelaksanaan Musda XI telah mendapat persetujuan dari DPD Partai Golkar Provinsi Lampung. Ia berharap seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal dan menghasilkan kepengurusan yang mampu memperkuat soliditas partai.

“Kita berdoa semoga Musda XI dapat terlaksana sesuai dengan jadwal yang ditetapkan,” ujar Riza.

Menurut Riza, dinamika internal Partai Golkar merupakan bagian dari proses demokrasi organisasi. Karena itu, ia berharap Musda berlangsung aman, lancar dan sukses.

“Semoga Musda nanti berjalan dengan lancar dan sukses serta menghasilkan kepengurusan yang terbaik untuk Partai Golkar Kota Bandarlampung,” katanya.

Rapat persiapan tersebut sekaligus menjadi momentum konsolidasi internal menjelang Musda. Sejumlah pengurus DPD Partai Golkar Kota Bandarlampung dan anggota Fraksi Golkar turut hadir.

Ketua Panitia Musda, Benny HN Mansyur, memastikan persiapan teknis terus dimatangkan.“Kami dari panitia sudah siap untuk menyukseskan pelaksanaan Musda,” kata Benny.

Musda XI Golkar Bandar Lampung menjadi perhatian setelah agenda tersebut sempat tertunda sekitar delapan bulan. Dinamika bursa calon ketua pun turut menjadi sorotan.

Nama anggota DPR RI, H. Rycko Menoza SZP, mencuat sebagai salah satu kandidat. Dalam perkembangan terbaru, Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia disebut telah memberikan restu kepada Rycko untuk maju sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung.

Restu tersebut menambah dinamika menjelang Musda. Forum tersebut nantinya menjadi ruang bagi kader Partai Golkar Kota Bandar Lampung untuk menentukan kepengurusan periode berikutnya sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi di tingkat daerah. (*)