TOPIKINDONESIA.ID – Tradisi tahunan Sekura Cakak Buah kembali digelar meriah di Pekon Sebarus, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, dalam rangka perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 H, pada Selasa (24/3/2026) atau 4 Syawal.
Kegiatan ini berlangsung semarak dan dipadati masyarakat yang datang dari berbagai pekon untuk menyaksikan salah satu warisan budaya khas Lampung Barat tersebut.
Acara semakin istimewa dengan kehadiran anggota DPR RI, Mukhlis Basri, yang turut menyapa masyarakat dan menyaksikan langsung jalannya tradisi sekura. Kehadirannya disambut hangat oleh warga yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Sejak pagi hari, masyarakat telah memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan pertunjukan Sekura Kamak dan Sekura Kecah yang menjadi daya tarik utama. Para peserta tampil dengan kostum unik dan penuh warna, menciptakan suasana meriah yang hanya bisa dijumpai setahun sekali saat momen Lebaran.
Dalam sambutannya, Mukhlis Basri mengapresiasi kekompakan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal. Ia menyebut tradisi Sekura sebagai identitas penting yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.

“Sekura bukan sekadar hiburan, tapi juga simbol kebersamaan, persaudaraan, dan kearifan lokal masyarakat Lampung Barat,” ujarnya.
Menurutnya budaya Sekura ini hanya di Lampung Barat yang masih terus dilestarikan, disamping di Lampung Selatan juga ia menyebut ada juga budaya Tuping atau Topeng.

Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya penonton yang memadati area acara, bahkan hingga ke jalan-jalan sekitar lokasi. Banyak warga mengabadikan momen tersebut dengan ponsel mereka, sementara anak-anak tampak gembira menyaksikan pertunjukan.


Kepala pekon setempat Melki menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara dengan lancar dan aman. Ia berharap tradisi Sekura Cakak Buah dapat terus menjadi agenda tahunan yang mampu menarik wisatawan serta memperkuat nilai budaya di tengah masyarakat.
Perayaan Sekura Cakak Buah di Pekon Sebarus tahun ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momentum mempererat tali silaturahmi antarwarga setelah Hari Raya Idulfitri.(*)












