Begawi Festival Teguhkan Adat sebagai Arah Kemajuan Lampung

21 views

TOPIKINDONESIA.ID – Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga berpijak pada kekuatan adat dan budaya sebagai identitas masyarakat. Pesan itu mengemuka dalam Begawi Festival yang digelar di Radin Inten Beach, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, Sabtu (11/7/2026).

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa kemajuan yang sedang dibangun harus berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai budaya Lampung. Menurutnya, kekayaan alam yang dimiliki provinsi ini merupakan amanah yang harus dikelola dengan tetap berpegang pada falsafah hidup masyarakat Lampung.

“Adat bukan sekadar simbol, tetapi mengandung nilai-nilai kehidupan yang telah menjaga peradaban masyarakat Lampung selama ribuan tahun,” ujar Mirza.

Ia menekankan filosofi Piil Pesenggiri, Nemui Nyimah, Nengah Nyappur, Sakai Sambayan, dan Juluk Adok harus terus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk bagi generasi muda agar tidak kehilangan jati diri di tengah arus modernisasi.

Mirza juga mengajak seluruh masyarakat, baik masyarakat adat maupun pendatang, untuk bersama-sama menjaga dan menghidupkan nilai-nilai budaya Lampung sebagai fondasi karakter dan kebersamaan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Lampung yang dinilai mampu menyeimbangkan pembangunan dengan pelestarian budaya.
Menurutnya, adat dan budaya merupakan perekat persatuan sekaligus kekuatan bangsa yang tidak boleh tergerus perkembangan zaman. Ia juga optimistis berbagai program pembangunan, termasuk pengembangan sektor pariwisata, akan semakin memperkuat kemajuan Lampung.

Begawi Festival turut diwarnai prosesi adat Abung Siwo Migo melalui penganugerahan gelar kepada Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Kristomei Sianturi beserta istri, Desi Asti Megasari Kristomei.

Melalui rangkaian prosesi Angkon Muakhi, Megawo Adat, hingga Turun Mandei, Mayjen Kristomei menerima gelar adat Pangeran Satria Negara, sedangkan sang istri dikukuhkan dengan gelar Pangeran Ratu Ibu Pertiwi.

Prosesi tersebut menjadi simbol penerimaan sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat adat Abung Siwo Migo sekaligus memperkuat ikatan moral antara penerima gelar dengan masyarakat Lampung.

Begawi Festival menjadi pengingat bahwa di tengah percepatan pembangunan, adat dan budaya tetap menjadi akar yang menjaga arah kemajuan Lampung agar tidak kehilangan identitas dan kearifan lokal.(*)