Dilarang Mega, Walikota Balam Eva Dwiana Tetap Lanjut Ikut Retret di Magelang

413 views

TOPIKINDONESIA.ID – Meski ada intruksi dari Ketua Umum PDIP Megawati, Kader PDIP Eva Dwiana tetap mengikuti retret atau Orientasi Kepemimpinan Bagi Kepala Daerah Tahun 2025 selama sepekan di Akmil, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (21/2/2025) hingga Kamis (28/2/2025).

Walikota Bandarlampung periode 2020-2025 dan 2025-2030 itu langsung terbang setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/2/2025).

Ketika hendak berangkat ke Magelang, masih dengan seragam pelantikan, dia hanya memohon doa kepada masyarakat Kota Bandarlampung bisa mengikuti retret selama sepekan dengan sebaik mungkin.

Hingga Jumat sore (21/2/2025), Walikota Eva Dwiana masih berada di lokasi retret. Padahal, Kamis (20/2/2025), Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menandatangani Surat No. 7294/IN/DPP/II/2025 agar semua kadernya tak Ikut retret.

Perintah Megawati ini diduga terkait kekecewaannya atas ditahannya Sekretaris Jendral (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristianto oleh KPK RI setelah jadi tersangka kasus dugaan suap dan merintangi penyidikan Harun Masiku pada Kamis (21/2/2025), pukul 18.00 WIB.

Megawati juga menegaskan agar seluruh kepala daerah siaga mengikuti arahan lebih lanjut dari partai. “Tetap berada dalam komunikasi aktif dan stand by commander call,” kata Presiden kelima RI itu dalam instruksinya.

Eva Dwiana masih kader PDIP. Dia belum mengundurkan diri atau dipecat partainya terkait tetap ikut Pilwalkot Bandarlampung 2024 walau partainya mendukung pasangan calon kepala daerah lainnya. Incumbent ini akhirnya didukung KIM.

Hubungan antara Eva Dwiana dengan PDIP Lampung diduga kurang harmonis sejak beberapa tahun belakang. Walikota Bandarlampung itu kerap tak diajak rapat atau kegiatan partai. Indikasi lainnya, Eva yang selama ini tak lepas dari hijab warna merah, ganti warna hitam. Adakah kemungkinan justru Eva Dwiana bakal masuk Partai Gerindra yang notabene adalah partai besutan Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia saat ini? Kita tunggu saja gebrakan berikutnya… (*)

BACA JUGA:  Belum Ada Pembicaraan Soal Capres dari PDIP, Puan: Ketum Punya Hak Prerogatif