Komisi V DPRD Lampung Tinjau RSUDAM: Dorong Peningkatan Pelayanan dan Transparansi Tata Kelola

15 views

TOPIKINDONESIA.ID – Komisi V DPRD Provinsi Lampung melakukan kunjungan kerja dan peninjauan langsung ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM).

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat serta melihat langsung progres perbaikan sistem tata kelola di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Ketiga fungsi pengawasan dan perhatian terhadap layanan RSUDAM menjadi fokus utama Komisi V, mengingat RSUDAM merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan publik di Lampung, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.

Hadir pada sidak tersebut yakni Ketua Komisi V DPRD Lampung Yanuar Irawan, Deni Ribowo, Abdullah Surajaya, Puji Sartono, Ketut Romeo. Sementara itu dari pihak rumah sakit yakni dr. Elitha M. Utari, MARS menjabat sebagai Wakil Direktur Pendidikan, Pengembangan SDM & Hukum, Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung dr. Imam Ghozali, Sp.An., KMN., M.Kes), Drs. Hery Sadeli, M.H., yang saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUDAM.

Ketua Komisi V DPRD Lampung Yanuar Irawan menegaskan, bahwa pihak legislatif akan senantiasa responsif terhadap setiap dinamika dan keluhan publik yang muncul terkait pelayanan rumah sakit.

“RSUDAM ini milik kita bersama, sehingga kita semua bertanggung jawab atas pengelolaannya. RSUDAM adalah wajah pelayanan kesehatan Provinsi Lampung, terutama bagi masyarakat yang tidak mampu,” ujarnya di hadapan jajaran manajemen rumah sakit dan awak media, Selasa (6/10/2026).

Klarifikasi Kerjasama Pihak Ketiga dan Efisiensi Anggaran

Salah satu poin penting yang dibahas dalam kunjungan tersebut adalah penjelasan manajemen RSUDAM terkait dinamika pengelolaan sistem aplikasi/IT dan pengadaan yang sempat menjadi perbincangan publik.

Pihak Komisi V menjelaskan bahwa manajemen RSUDAM telah memberikan pemaparan komprehensif terkait alasan transisi dan pengembalian pengelolaan beberapa sistem kepada pihak ketiga. Langkah tersebut diambil guna menjamin kelancaran pelaporan, baik ke pemerintah pusat maupun internal, yang sempat mengalami hambatan saat dikelola secara internal akibat keterbatasan SDM.

BACA JUGA:  Hadiri Pengajian Akbar di Kabupaten Way Kanan, Wagub Chusnunia Melantunkan Shalawat Nabi agar Lampung Berjaya

Selain itu, ditinjau dari sisi efisiensi anggaran, skema kerjasama saat ini dinilai jauh lebih efisien dibanding periode sebelumnya.

“Dulu alokasi anggaran untuk pihak ketiga mencapai sekitar 2,5 persen, namun saat ini berhasil ditekan menjadi hanya sekitar 1,4 persen. Selain itu, aset berupa server dan peralatan pendukung utama kini menjadi milik RSUDAM, bukan lagi murni milik pihak ketiga seperti dulu,” terangnya.

Pantau Kinerja Pegawai dan Fasilitas Secara Real-Time

Dalam kunjungan tersebut, Komisi V bersama awak media diajak melihat langsung infrastruktur teknologi informasi terbaru yang dimiliki RSUDAM. Dengan sistem aplikasi yang baru, seluruh kinerja pegawai maupun pejabat rumah sakit dapat dipantau secara terpusat dan real-time.

Diharapkan dengan adanya pemantauan digital ini, kedisiplinan dan kualitas layanan staf medis maupun administrasi dapat terus meningkat.

Direktur Utama RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM), dr. H. Imam Ghozali, paparkan arah transformasi besar-besaran yang tengah dijalankan di rumah sakit rujukan utama Provinsi Lampung tersebut.

Transformasi ini mengadopsi Strategi Nasional Pelayanan Publik dengan memadukan modernisasi teknologi serta budaya kerja lokal berbasis nilai “Puakhi” (persaudaraan).

Filosofi Puakhi: Menganggap Pasien Sebagai Saudara Kandung

Dalam pemaparannya di hadapan pimpinan Komisi V DPRD Lampung dan awak media, Dirut RSUDAM menegaskan bahwa pembenahan sistem digital harus berbanding lurus dengan perubahan mindset dan integritas seluruh tenaga kesehatan serta staf rumah sakit (hospitalist).

“Saya membangun modern order system untuk mencapai pelayanan yang Humanis, berpusat pada pasien (Patient-Centered Care), dan aman secara proses,” ujar dr. Imam Ghozali.

Pengecekan Tim IT server SIM RS di RSUDAM Lampung oleh komisi V DPRD Lampung. foto: Taufik Rohman

Mengusung kearifan lokal Lampung, ia menetapkan nilai Puakhi sebagai fondasi utama budaya kerja baru di RSUDAM.

“Bayangkan kalau anak, istri, atau saudara kita sendiri yang masuk rumah sakit. Tentu kita ingin mereka mendapat pelayanan terbaik. Karena itu saya minta seluruh hospitalist, siapa pun pasien yang datang, anggap dan layani mereka sebagai saudara sendiri (puakhi),” tegasnya.

BACA JUGA:  Kapolda Lampung Pimpin Sertijab 12 Pejabat Strategis, Perkuat Regenerasi dan Pelayanan Polri Presisi

Pembenahan Alur Layanan IGD, Farmasi, dan Patient-Centered Care

Guna memangkas waktu tunggu pasien dan hambatan birokrasi yang selama ini dikeluhkan masyarakat, manajemen RSUDAM melakukan rekayasa alur pelayanan pada titik-titik krusial:

Efisiensi Alur IGD: Mengubah konsep responsif di Instalasi Gawat Darurat agar pasien tidak tertahan lama menunggu kepastian kamar rawat inap atau rujukan. Penanggung jawab dan perwakilan manajemen disiagakan untuk membuat keputusan cepat.

Kenyamanan Pasien (Patient-Centered Care): Penjadwalan konsultasi dokter dan tindakan medis kini lebih fleksibel dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kesiapan pasien.

Peningkatan Layanan Farmasi: Digitalisasi dan penataan ulang alur pengambilan obat guna mengurangi penumpukan antrean.

Peningkatan Kapasitas Rujukan & Proyeksi Fasilitas Modern 2027

Selain reformasi budaya kerja dan sistem internal, RSUDAM juga tengah menyiapkan penguatan kapasitas rujukan nasional dari Kementerian Kesehatan. RSUDAM difokuskan untuk memantapkan kualitas pelayanan medis dasar dan spesialis terlebih dahulu sebelum melangkah ke perbaikan fisik skala besar.

Server SIM RS di RSUDAM Lampung saat di sidak oleh Komisi V DPRD Lampung. foto: Taufik Rohman

Beberapa proyek strategis dan pengembangan fasilitas unggulan yang ditargetkan rampung dan beroperasi penuh pada tahun 2027 antara lain:

Pengembangan Layanan Onkologi Terpadu: Pembangunan bunker dan fasilitas radioterapi/intervensi kanker terkini.

Klinik Penanganan Nyeri (Pain Clinic): Penyediaan layanan spesialis intervensi nyeri khusus yang saat ini terus didorong integrasinya dengan skema pembiayaan BPJS Kesehatan.

Transparansi Pengadaan (PBJ): Proses lelang dan pembangunan infrastruktur dilakukan secara terbuka sesuai standar pengadaan barang/jasa (PBJ) pemerintah guna menjamin akuntabilitas.

Setelah sesi pemaparan, rombongan Komisi V DPRD Lampung melanjutkan agenda dengan meninjau langsung sejumlah ruangan pelayanan dan fasilitas penunjang guna menginventarisasi kebutuhan sarana-prasarana yang masih memerlukan dukungan anggaran daerah.

Direktur IT SIM RS Sony juga mengungkapkan bahwa server yang ada sudah terintegrasi ke semua layanan yang ada di RSUDAM.

BACA JUGA:  Jalan Senilai Rp5,5 Miliar Dibangun Marriot Lampung, Resmi Diserahkan ke Pemda Pesawaran

“Dan ini bisa diupgrade, dan juga untuk penyimpanan memori nya juga gak bakal hilang karena seteleh 1×24 jam akan menyimpan sendiri,” katanya.(*)