Disdikbud Lampung Siapkan SMA Terbuka Gratis

27 views

TOPIKINDONESIA.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA tahun 2026 berjalan lancar dan kondusif. Setelah proses seleksi selesai, pemerintah daerah kini menyiapkan inovasi pendidikan berupa program “SMA Terbuka” gratis sebagai upaya menekan angka putus sekolah di Lampung yang diperkirakan mencapai sekitar 20 ribu anak.

Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menyampaikan bahwa tingginya antusiasme masyarakat dalam SPMB tahun ini menjadi dorongan bagi pemerintah untuk memperluas akses pendidikan yang lebih merata. Program SMA Terbuka dirancang agar anak-anak yang tidak lagi bersekolah tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya.

Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada anak di Lampung yang kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendidikan. Karena itu, pemerintah menghadirkan alternatif layanan pendidikan yang lebih fleksibel, termasuk melalui sistem pembelajaran terbuka yang dapat menjangkau peserta didik di berbagai wilayah.

Dalam pelaksanaan SPMB 2026, tercatat sekitar 34 ribu pendaftar bersaing untuk memperebutkan 12 ribu kuota di jalur SMA unggulan. Sistem seleksi tahun ini menggunakan metode berbasis teknologi dengan Computer Assisted Test (CAT) sebagai instrumen utama penilaian. Hasil kelulusan ditentukan berdasarkan nilai akademik dan hasil ujian CAT, dengan tujuan menciptakan sistem seleksi yang lebih objektif, transparan, dan kompetitif.

Sementara itu, untuk jalur reguler yang telah dibuka sejak 15 Juni 2026, proses pendaftaran ditutup pada 19 Juni 2026 sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Selain program SMA Terbuka, Disdikbud Lampung juga menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan. Di antaranya penambahan ruang kelas baru, pembangunan unit sekolah baru, pengembangan pendidikan jarak jauh, penguatan PKBM dan Kejar Paket C, serta pembukaan klaster SMA Terbuka di kabupaten/kota.

Program SMA Terbuka nantinya akan diintegrasikan dengan sekolah-sekolah reguler yang tersebar di seluruh wilayah Lampung. Mekanisme teknis seperti pendaftaran, penempatan sekolah induk, dan sistem pembelajaran akan diumumkan lebih lanjut oleh Disdikbud.

Pemerintah berharap kebijakan ini dapat menjadi solusi konkret dalam menekan angka putus sekolah sekaligus memperluas kesempatan pendidikan bagi seluruh anak di Provinsi Lampung.(*)