WTP Hanya Gelar, Keuangan Daerah Tetap Terseok

27 views

Penulis: Pemred Topik Indonesia

Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sering dijadikan ukuran keberhasilan pengelolaan keuangan daerah. Setiap tahun, pemerintah daerah berlomba-lomba mempertahankan opini tersebut sebagai simbol tata kelola yang baik. Namun di lapangan, kondisi fiskal banyak daerah justru masih terseok-seok.

WTP sejatinya hanya menunjukkan bahwa laporan keuangan telah disajikan sesuai standar akuntansi dan aturan yang berlaku. WTP bukan jaminan bahwa kas daerah sehat, pendapatan meningkat, atau pembangunan berjalan tanpa hambatan. Tidak sedikit daerah yang meraih WTP berkali-kali tetapi masih dibayangi defisit anggaran, tunda bayar proyek, hingga rendahnya kemampuan membiayai program prioritas.

Persoalan utama terletak pada kapasitas fiskal yang lemah. Ketergantungan terhadap dana transfer pusat masih sangat tinggi, sementara pendapatan asli daerah belum mampu menjadi penopang utama pembangunan. Akibatnya, ketika transfer berkurang atau kebutuhan belanja meningkat, kondisi keuangan daerah langsung tertekan.

Masyarakat pada akhirnya tidak terlalu peduli berapa kali sebuah daerah memperoleh WTP. Yang mereka rasakan adalah kualitas jalan, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta kemudahan memperoleh pekerjaan. Jika pelayanan publik tidak membaik, maka predikat WTP hanya menjadi penghargaan administratif yang minim makna.

Karena itu, pemerintah daerah perlu mengubah orientasi dari sekadar mengejar opini audit menjadi memperkuat kemandirian fiskal. Optimalisasi pajak dan retribusi, pengelolaan aset yang produktif, serta penciptaan iklim investasi yang sehat harus menjadi fokus utama.

WTP memang penting sebagai indikator kepatuhan dan akuntabilitas. Namun keberhasilan sesungguhnya terletak pada kemampuan pemerintah mengelola keuangan secara efektif, menjaga kesehatan fiskal, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebab pada akhirnya, daerah tidak bisa hanya hidup dari sertifikat WTP. Yang dibutuhkan adalah keuangan yang kuat, pembangunan yang berjalan, dan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan rakyat.

Tabik Pun.