Dugaan Korupsi Dana Desa Kades Negeri Campang Jaya Jon Heri, Layak Di Periksa

66 views
Oplus_131072

Lampung Utara-kucuran Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2023 sampai 2025 untuk mendorong pemerataan ekonomi dan pembangunan Desa, justru diduga menjadi ladang bancakan. Dugaan tersebut mengarah pada kepala Desa Negeri Campang Jaya, Kecamatan Sungkai Tengah, Kabupaten Lampung Utara Jumat 29/05/2026

Dana Desa yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat, peningkatan sektor pertanian dan peternakan, hingga pembangunan desa disinyalir tidak direalisasikan sebagaimana mestinya. Hasil investigasi tim media menemukan banyak kejanggalan dalam penggunaan anggaran Dana Desa sejak 2023 sampai 2025.

Deretan Kegiatan Diduga Bermasalah

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sejumlah item kegiatan yang kuat dugaan dimark-up atau dikorupsi oleh Kepala Desa Jon Heri mencari keuntungan pribadi untuk memperkaya diri sendiri.

 

Kegiatan tahun 2023

Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Usaha Tani **Rp 247.544.000

Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengadaan Sarana/Prasarana/Alat Peraga Edukatif (APE) PAUD/ TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non-Formal Milik Desa**
Rp 266.246.000

Penyediaan sarana (aset tetap) perkantoran/pemerintahan.Rp 45.637.000

Kegiatan tahun 2024

Penyediaan sarana (aset tetap) perkantoran/pemerintahan.Rp 14.512.000

Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Usaha Tani **Rp 246.750.000

Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Desa **Rp 334.065.000

Kegiatan tahun 2025

Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang **Rp 174.968.100

Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sumber Air Bersih Milik Desa (Mata Air/Tandon Penampungan Air Hujan/Sumur Bor, dll)**Rp 161.717.000

Penyediaan sarana (aset tetap) perkantoran/pemerintahan.Rp 4.000.000

Penyertaan Modal.Rp 185.000.000

Peningkatan Produksi Tanaman Pangan (Alat Produksi dan pengolahan pertanian, penggilingan Padi/jagung, dll)
Rp 30.004.000

 

Ironisnya, masyarakat setempat mengaku tidak mengetahui realisasi kegiatan-kegiatan tersebut, baik bentuk program, barang yang dibelanjakan, maupun sistem pengelolaannya.

Warga Mengaku Tak Pernah Tahu Realisasi Kegiatan

Seorang warga Desa Negeri Campang Jaya yang enggan disebutkan namanya mengaku tidak pernah mengetahui secara jelas pelaksanaan kegiatan yang bersumber dari Dana desa(DD)

BACA JUGA:  Subdit Tipikor Ditkrimsus Polda Lampung Selamatkan Potensi Kerugian Keuangan Negara Rp425 Milyar

“Kami sebagai masyarakat nggak pernah tahu bang soal kegiatan peternakan dan pertanian itu seperti apa.dan sistem pengelolaan nya aja seperti apa kami tidak pernah mengetahui nya apakah di kelola oleh kelompok tani atau di kelola oleh kepala desa, kami nggak pernah tahu ,” ungkap warga

Selain kegiatan perternakan dan pertanian untuk kegiatan pembelian aset kantor aja kami gak tahu untuk beli apa saja, untuk kegiatan pembangunan pembangunan yang ada di desa Negeri campang jaya ini aja kami gak tau sebagai masyarakat berapa pagu anggaran setiap titik pembangunan yang ada di desa ini, terus untuk anggaran penyertaan modal itu aja gak jelas untuk apa dan bagaimana sistem pengelolaan kami sebagai masyarakat banyak tidak tahu.untuk kualitas pembangunan yang ada desa ini aja bisa di liat sendiri apakah sudah sesuai apa tidak pengerjaan nya cetus warga kepada wartawan media ini.

“Sebagai masyarakat harapan kami untuk yang punya wewenang dalam hal ini periksa semua kegiatan kegiatan dan pembangunan yang ada di desa Negeri Campang Jaya yang anggarkan melalui dana desa tolong di periksa semua”Tutup narasumber yang nama nya tidak mau di sebutkan.

 

Pernyataan tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa pengelolaan Dana Desa tidak transparan dan berpotensi melanggar hukum.

Kepala Desa, Tidak dapat di hubungi

Untuk menjaga keberimbangan pemberitaan, awak media telah berulang kali mencoba mengonfirmasi Kepala Desa melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp terkait penggunaan Dana Desa tahun 2023 Sampai 2025. Tetapi no dalam keadaan sedang tidak aktif.

hingga berita ini diterbitkan Kepala Desa belum dapat di hubungi untuk memberikan jawaban terkait dugaan permasalahan ini

BACA JUGA:  GLPG Swasta dan Disdikbud Bahas Formasi PPPK 2023

APH Diminta Turun Tangan

Atas dugaan tersebut, masyarakat meminta Inspektorat Kabupaten Lampung Utara, Kejaksaan Negeri, serta Unit Tipikor Polres setempat untuk segera melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh kegiatan Dana Desa di Desa Negeri Campang Jaya Kecamatan Sungkai tengah Kabupaten Lampung Utara.

Awak media juga menyatakan akan terus menelusuri kasus ini hingga tuntas, guna memastikan uang negara benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan memperkaya oknum pejabat Desa.(Team)