Rp172 Miliar Digelontorkan, Jalan Rusak Way Kanan Mulai Disulap Jadi Akses Ekonomi Baru

114 views
Oplus_131072

TOPIKINDONESIA.ID – Pemerintah Provinsi Lampung akhirnya mulai merealisasikan perbaikan jalan di Kabupaten Way Kanan pada April Tahun 2026.

Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Groundbreaking dilakukan langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, di Desa Gunung Sari, Kecamatan Rebang Tangkas, Rabu (8/4/2026).

Tahun ini, Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp172,2 miliar melalui tujuh paket pekerjaan dengan total penanganan jalan sepanjang 20,20 kilometer di sejumlah ruas strategis.

Pada tahap awal, tiga paket prioritas mulai dikerjakan. Ruas Kasui–Air Ringkih sepanjang 5,64 kilometer dibangun menggunakan konstruksi beton (rigid pavement) dengan anggaran Rp53,3 miliar.

Sementara ruas Sp. Sopoyono–Serupa Indah sepanjang 1 kilometer dikerjakan dengan aspal (flexible pavement) senilai Rp7,6 miliar.

Adapun ruas Tegal Mukti–Tajab sepanjang 8,937 kilometer dibangun dengan anggaran Rp67 miliar, juga menggunakan konstruksi aspal.
Program ini diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak masyarakat Way Kanan yang selama ini menghadapi kondisi jalan rusak. Selain meningkatkan aksesibilitas, pembangunan tersebut diyakini mampu memperlancar distribusi hasil pertanian dan membuka peluang ekonomi baru.

Warga Desa Gunung Sari, Khoiri Mashudi, menyambut baik dimulainya proyek tersebut. Ia menyebut ruas Kasui–Air Ringkih sebagai jalur vital perekonomian masyarakat.

“Ini urat nadi ekonomi Way Kanan. Harapannya pembangunan dilakukan menyeluruh, tidak terputus,” ujarnya.

Menurut Khoiri, kerusakan jalan telah berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan optimal. Sebagian besar warga yang berprofesi sebagai petani sawit sangat bergantung pada akses jalan untuk distribusi hasil panen.

“Kalau jalannya bagus, hasil panen cepat sampai dan biaya angkut lebih ringan. Ini sangat berpengaruh pada penghasilan,” tambahnya.

Gubernur Mirza menegaskan, proyek ini harus dikerjakan dengan kualitas terbaik. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan serta sistem drainase yang baik agar jalan yang dibangun dapat bertahan lama dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (*)