Wagub Jihan Tekankan Literasi Digital Beretika

143 views

TOPIKINDONESIA.ID – Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan dukungan penuh terhadap Pelatihan Artificial Intelligence (AI) Ready ASEAN sebagai langkah strategis memperkuat literasi digital serta mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan yang aman, bijak, dan beretika di tengah masyarakat.

Dukungan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) secara daring melalui Zoom, Rabu (14/1/2026).

Wagub Jihan mengapresiasi konsistensi Mafindo Lampung dalam mengedukasi masyarakat terkait literasi digital dan keamanan ruang siber. Menurutnya, topik AI menjadi sangat relevan seiring pesatnya perkembangan teknologi yang memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan.

Berdasarkan data APJII, jumlah pengguna internet di Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 229 juta orang. Kondisi tersebut menghadirkan kemudahan sekaligus risiko, terutama bagi anak-anak yang kini hidup berdampingan dengan dunia digital tanpa batas.

“Internet memberi banyak manfaat, tetapi juga membawa risiko. Karena itu peran orang tua menjadi sangat penting, bukan hanya menyediakan akses, tetapi juga menjaga nilai dan arah pemanfaatannya,” ujar Jihan.

Ia menegaskan, pemerintah telah memperkuat perlindungan anak melalui Peraturan Perundang-undangan Nomor 17 Tahun 2025 terkait penggunaan gawai dan media sosial. Namun demikian, regulasi dinilai tidak cukup tanpa keterlibatan aktif keluarga.

“Pelatihan ini penting agar kita tidak tertinggal dari anak-anak kita, sehingga mampu mendampingi mereka menggunakan teknologi secara bijak,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho menyebut masyarakat kini memasuki era kecerdasan artifisial yang tak terelakkan. Menurutnya, AI membawa manfaat besar sekaligus risiko yang harus dipahami dan dimitigasi bersama.
Program AI Ready ASEAN, yang diinisiasi ASEAN Foundation dan didukung Google.org, menargetkan 5,5 juta penerima manfaat di 10 negara ASEAN hingga akhir 2026. Hingga kini, sekitar 2,5 juta orang telah terjangkau.

Sekretaris Umum PGRI Lampung Sakijo menambahkan, dunia pendidikan membutuhkan guru-guru yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga bijak dan beretika dalam memanfaatkan AI untuk mendukung proses pembelajaran.“Guru harus menjadi pemain yang cakap, bukan sekadar penonton dalam transformasi digital,” pungkasnya.(*)