Mahasiswa Unila Raih Prestasi di Kejuaraan Taekwondo Bhayangkara Presisi II 2024

TOPIK INDONESIA.ID, UNILA – Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang Kejuaraan Taekwondo Bhayangkara Presisi II 2024 yang diselenggarakan di GOR UNY, Yogyakarta, 21-23 Juni 2024.

Kompetisi mengusung tema “Dengan Semangat Bhayangkara Presisi Kita Wujudkan Generasi Emas Indonesia”, ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-78 ini mempertemukan atlet-atlet taekwondo terbaik dari seluruh Indonesia.

Kejuaraan ini bertujuan untuk mendukung kegiatan positif bagi generasi muda serta menggairahkan bibit-bibit muda taekwondo dalam berkompetisi sebagai ajang untuk meningkatkan prestasi dalam olah raga taekwondo.

Kejuaraan yang diselenggarakan Kapolda DIY di bawah naungan Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) ini diikuti 2.500-an peserta yang berkompetisi dalam berbagai kategori seperti Kyorugi (cadet, junior, senior, dan sesuai berat badan), dan Poomsae (individu, berpasangan, beregu, dan poomsae freestyle).

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo Unila mengirim 14 perwakilan di ajang kejuaraan tersebut. Melalui proses seleksi internal, konsistensi selama latihan dan kedisiplinan menjadi syarat utama untuk mendaftar kejuaraan tersebut.

Mahasiswa Unila yang berhasil meraih penghargaan dalam kejuaraan ini meliputi Yuni Laila Aulia (Juara 1 Kyorugi Senior U-57 Putri), Muhammad Faruk Assidqi (Juara 1 Kyorugi U-54 Senior Putra), Dwi Anjani (Juara 1 Kyorugi Senior U-53 Putri), Surati Maya Panita (Juara 1 Kyorugi Senior U-49 Putri).

Selanjutnya Shadina Dwy Ananta (Juara 2 Kyorugi Senior U-62 Putri), Paula Sherly Nanda Oktaviati (Juara 2 Kyorugi Senior U-57 Putri), Muhamad Rayanda (Juara 3 Kyorugi Senior U-54 Putra), Nandia Devina Dwi Hendri (Juara 3 Kyorugi Senior U-46 Putri), Arinda Raka Mutia (Juara 3 Kyorugi Senior Prestasi U-46 Putri).

Yuni Laila Aulia, yang meraih juara 1 Kyorugi Senior U-57 berbagi cerita mengenai persiapannya. “Latihan rutin dan konsisten sangat penting. Saya fokus pada latihan fisik dan teknik secara intensif,” ujarnya.

BACA JUGA:  Maksimalkan Vaksinasi Untuk Masyarakat, Polda Lampung Gelar Kembali Vaksinasi di GSG Unila

Shadina Dwy Ananta, yang meraih juara 2 Kyorugi Senior U-62 Putri, juga berbagi pengalaman serupa.

“Perasaannya cukup nano-nano karena kalah di final. Tapi saya tetap bersyukur dan banyak belajar untuk kejuaraan berikutnya. Harapan saya adalah bisa lebih baik di masa mendatang dan membuktikan kemampuan saya,” ungkapnya.

Menurut Shadina, kunci keberhasilan adalah DUIT yakni doa, usaha, ikhtiar, tawakkal, serta konsistensi. Shadina mengajak mahasiswa lain untuk berani mencoba dan yakin pada diri sendiri.

“Yang abadi hanyalah perubahan. Ayo mulai berubah untuk menjaga diri lewat belajar bela diri,” pungkasnya.