Aksi Massa Forma UIN Raden Intan Lampung Pertanyakan Transparansi Pemilihan Rektor, Minta KPK Turun Tangan

269 views

TOPIKINDONESIA.ID, BANDARLAMPUNG – Forma (Forum Mahasiswa) UIN Raden Intan Lampung (RIL) kembali melakukan pengawalan terhadap proses pemilihan Rektor UIN RIL.

Beberapa elemen yang tergabung dalam aliansi kembali bergerak melakukan aksi guna mendesak pihak panitia agar dalam proses tersebut, pihak panitia melibatkan mahasiswa dan bersikap transparan serta objektif dalam proses pemilihan calon rektor yang sedang berlangsung, Rabu (9/6/2021).

Dalam aksi tersebut, Forma UIN mencoba untuk melakukan pertemuan kepada pihak panitia. Namun, aksi yang di mulai dari jam 14:00 WIB tidak membuahkan hasil. Setelah menyampaikan tuntutannya di depan gedung rektorat, tak ada satupun pihak birokrat dan panitia yang bersedia menemui dan menanyakan apa yang dj inginkan oleh mahasiswa.

Lebih parahnya lagi, saat beberapa perwakilan Forma UIN mencoba masuk untuk menjemput pihak rektor di dalam gedung, tak ada satupun pihak rektor dan panitia di dalam gedung tersebut. Hal itu menyulut kemarahan dari pihak forma UIN yang kemudian merangsek masuk ke dalam gedung rektorat sebagai bentuk kekecewaan mereka

“Sangat di sayangkan, perwakilan rektor dan panitia yang seharusnya menyambut dan menerima masukan mahasiswa, justru tidak ada di dalam ruangannya. Hal tersebut cukup menjadi bukti kuat bahwa pihak kampus dan panitia tidak ada itikad baik untuk sekedar berbagi informasi terkait pemilihan rektor,” ujar Ahmad Suban Rio selalu koordinator lapangan.

Rio juga menambahkan, Seharusnya pemilihan rektor ini dilaksanakan secara transparan dan terbuka, agar pemilihan rektor ini tidak terkesan seperti membeli kucing dalam karung.

“Kita tidak tahu apa pandangan calon rektor mengenai UIN ke depan. Kita tidak tahu siapa orang-orang yang menyalonkan diri, tiba-tiba sudah ada keputusan dari kemenag terkait siapa yang menjadi rektor,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Alzier Dorong Kejati dan Polda Lampung Usut Rp30 M Dana KONI

Pemilihan rektor sendiri saat ini sudah memasuki babak akhir, pada tanggal 14 mendatang, berkas calon calon akan diserahkan ke Kemenag oleh rektor, dan selanjutnya tinggal menunggu hasil seleksi dari pihak Kemenag.

Mengenai hal itu, forma UIN menyatakan bahwa regulasi pemilihan rektor hari ini sarat akan praktik KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme).

“Kami akan terus bergerak untuk memastikan pemilihan rektor terhindar dari praktik KKN. Kami tidak akan berhenti sampai disini, besok kami akan melakukan mobilisasi massa kembali dan meminta pihak panitia mau beraudiensi secara terbuka membahas masalah terkait pemilihan rektor,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan mencoba berkomunikasi dengan pihak kemenag guna menyampaikan kegelisahan tersebut.

“Dan juga akan berkomunikasi dengan pihak KPK agar dua lembaga tersebut mau bersama-sama melakukan pengawalan terhadap pemilihan rektor,” tandasnya. (Fik/TI)