Konpers Isu Penyadapan Prabowo Molor, Yusril Belum Terima Konfirmasi

112 views

TOPIKINDONESIA.ID – Rencana konferensi pers terkait isu dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret sejumlah perwira tinggi Polri mengalami penundaan, Selasa (3/11/2026). Hingga petang, belum ada keterangan resmi yang memastikan kebenaran kabar tersebut.

Konferensi pers yang dijadwalkan Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) pada pukul 17.00 WIB di Trinity Tower, Jakarta, belum terlaksana hingga pukul 18.30 WIB. Awak media masih menunggu penjelasan di ruang pers kementerian.

Menteri Koordinator Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra, mengaku belum memperoleh konfirmasi resmi mengenai kabar pengamanan sejumlah jenderal Polri yang dikaitkan dengan dugaan penyadapan di lingkungan Istana Kepresidenan.

“Saya juga belum tahu apa yang terjadi. Jadi, nanti kita akan tunggu saja. Mungkin nanti akan ada penjelasan resmi mengenai soal itu dari pejabat yang memang punya otoritas untuk menjelaskan,” ujar Yusril.

Yusril mengatakan informasi tersebut sejauh ini baru didengarnya melalui pemberitaan dan media sosial. Ia juga belum dapat memastikan kebenaran kabar sejumlah perwira tinggi Polri yang disebut-sebut diamankan atau menjalani penempatan khusus (patsus) di Mako Brimob.

Selain itu, Yusril mengungkapkan belum menerima instruksi maupun arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto untuk mendalami persoalan tersebut. Hingga saat itu, belum ada komunikasi khusus antara dirinya dan Presiden terkait isu yang berkembang.

Sementara itu, Mabes Polri sebelumnya menyatakan masih melakukan pengecekan dan pendalaman informasi. Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir meminta masyarakat dan media menunggu penjelasan resmi dari institusinya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian mengenai identitas perwira tinggi yang dikabarkan diamankan, jumlah personel yang terlibat, maupun kronologi dugaan penyadapan. Publik pun masih menunggu klarifikasi resmi agar isu sensitif tersebut tidak berkembang menjadi spekulasi yang merugikan berbagai pihak.(*)

BACA JUGA:  Karhutla Mengintai Lampung, Nessy Kalviya Dorong Penguatan Mitigasi dan Kesiapsiagaan