Gubernur Mirza Harap Program Jalan Inpres Terus Berlanjut di Lampung, Perkuat Konektivitas dan Ekonomi Daerah

23 views

TOPIKINDONESIA.ID – Pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Lampung terus menunjukkan kemajuan. Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan tujuh ruas Jalan Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah di Lampung yang menjadi bagian dari peresmian serentak di 37 provinsi, Selasa (23/6/2026).

Peresmian nasional dipusatkan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dan diikuti secara daring oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama jajaran Pemerintah Provinsi Lampung dari Balai Keratun, Komplek Kantor Gubernur Lampung.

Tujuh ruas jalan yang diresmikan di Lampung meliputi Sp. Korpri–Purwotani 1, Sp. Korpri–Purwotani 2, Pekurun Udik–Talang, Sekincau–Waspada, Sedayu–Tugu Papak, Raman Aji–Kota Raman, serta Jalan Teuku Cik Ditiro di Kota Bandar Lampung. Total panjang penanganan jalan mencapai 19,48 kilometer.
Secara keseluruhan, terdapat 15 ruas jalan di Lampung yang masuk Program Inpres Jalan Daerah Tahun 2025 dengan total panjang pekerjaan mencapai 51,1 kilometer.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer yang telah rampung merupakan langkah strategis untuk memperkuat konektivitas nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga ke daerah-daerah pelosok.

Menurut Presiden, jalan yang baik akan memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan berbagai komoditas unggulan masyarakat menuju pasar maupun pusat distribusi sehingga biaya logistik dapat ditekan.

“Indonesia membutuhkan jaringan jalan yang kuat dan terhubung agar biaya logistik semakin efisien serta tidak ada daerah yang tertinggal akibat keterbatasan akses infrastruktur,” ujar Prabowo.

Presiden juga menekankan bahwa pembangunan jalan menjadi bagian penting dari strategi ketahanan nasional, terutama dalam mendukung program swasembada pangan, energi, dan air yang menjadi prioritas pemerintah.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa Program Inpres Jalan Daerah Tahun 2025 telah selesai 100 persen dan siap dimanfaatkan masyarakat.
Menurutnya, program yang didanai APBN tersebut merupakan implementasi Asta Cita Presiden untuk memperkuat konektivitas nasional sebagai tulang punggung sistem logistik Indonesia.

“Secara nasional, pembangunan dan peningkatan jalan mencapai 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi dengan nilai investasi sebesar Rp5,41 triliun,” kata Dody.

Ia menjelaskan pembangunan difokuskan pada ruas-ruas strategis yang menghubungkan kawasan produksi dengan pasar, mengintegrasikan jalan daerah dengan jalan nasional, serta memperluas akses masyarakat terhadap pusat pelayanan.

Gubernur Mirza menyambut positif program tersebut dan menilai Inpres Jalan Daerah menjadi solusi percepatan pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Ia berharap program tersebut dapat terus diperluas di Lampung karena memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat serta peningkatan konektivitas antarwilayah.

Selain dukungan APBN, Pemprov Lampung juga membuka peluang kolaborasi dengan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Skema tersebut telah diterapkan pada sejumlah ruas jalan, termasuk di Kabupaten Way Kanan.

Dengan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta, pembangunan infrastruktur jalan di Lampung diharapkan semakin masif sehingga mampu menekan biaya logistik, meningkatkan daya saing daerah, serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(*)