Gubernur Mirza dan PTPN IV Perkuat Tata Kelola Sawit Lampung

26 views

TOPIKINDONESIA.ID – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menerima kunjungan Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV Arya Sandhiyudha di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Jumat (5/6/2026). Pertemuan tersebut membahas upaya penguatan tata kelola perkebunan kelapa sawit guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Mirza menegaskan perlunya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perusahaan untuk membenahi sektor sawit. Menurutnya, tata kelola yang baik akan memberikan dampak ekonomi lebih besar sekaligus mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Ia juga berharap PTPN IV tidak hanya berperan sebagai pengelola usaha, tetapi menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani sawit di Lampung.

Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV Arya Sandhiyudha menjelaskan bahwa perusahaan berkomitmen menjaga keberlanjutan industri sawit sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satu peran yang dijalankan adalah menjaga stabilitas harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani.

Menurut Arya, PTPN IV saat ini membeli TBS dengan harga sekitar Rp3.200 per kilogram dan tetap menyerap hasil panen petani saat terjadi gejolak pasar. Selain bermitra dengan kelompok tani binaan, perusahaan juga menampung hasil panen sekitar 1.500 petani sawit mandiri.

Berdasarkan data 2025, luas perkebunan sawit di Lampung mencapai 199.466 hektare, terdiri dari 114.682 hektare perkebunan rakyat, 75.413 hektare perkebunan swasta, dan sekitar 10.000 hektare yang dikelola PTPN IV. Namun, sekitar 32.000 hektare lahan masih perlu dioptimalkan karena belum menghasilkan atau mengalami kerusakan.

Pertemuan tersebut juga membahas Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) 2026 yang mendapat alokasi 800 hektare di Lampung. Untuk mengatasi kendala legalitas lahan, PTPN IV menawarkan pola kemitraan yang memudahkan akses pendanaan serta memberikan pendampingan teknis mulai dari pemetaan lahan hingga pemeliharaan tanaman guna meningkatkan produktivitas kebun rakyat.(*)