Kapal Motor Bawa 7 Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Gunung Anak Krakatau, PFI Kawal Pencarian

9 views

TOPIKINDONESIA.ID – Sebuah kapal motor yang membawa rombongan jurnalis dilaporkan hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau, Kabupaten Pandeglang, Banten, sejak Senin (7/9/2026). Tim SAR gabungan dari Ditpolairud Polda Banten, Mabes Polri, dan Basarnas kini tengah melakukan pencarian di lokasi kejadian.

​Berdasarkan laporan Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Eko Hartanto, rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin pukul 14.00 WIB menggunakan speedboat untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Komunikasi terakhir terjadi pada pukul 14.42 WIB saat korban mengirimkan titik lokasi (share location), sebelum akhirnya hilang kontak pada pukul 15.04 WIB.

​Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Lampung, Juniardi, membenarkan bahwa rombongan jurnalis tersebut merupakan anggota Pewarta Foto Indonesia (PFI) Tangerang Kota dan Provinsi Banten.

​”PFI Pusat terus memantau perkembangan di lapangan dan berkoordinasi intensif dengan PFI Banten serta PFI Lampung. Kami juga terus berkomunikasi dengan tim di lapangan, baik dari Basarnas, Polairud, maupun TNI AL,” ujar Juniardi.

​Sebanyak 7 orang berada di dalam kapal tersebut. Lima di antaranya telah teridentifikasi, yaitu:
​M. Bagus Khoirunnas (Jurnalis Antara)
​Ari Basuki (Jurnalis Merdeka)
​Yudhis (Jurnalis iNews)
​Daus (Jurnalis Anadolu Agency)
​Donal (Pekerja Lepas/Freelance)

(Dua korban lainnya masih dalam proses pendataan identitas).

​Operasi SAR Terkendala Abu Vulkanik
​Operasi pencarian dimulai sejak Rabu sore pukul 17.27 WIB dengan dikerahkannya Kapal Basarnas KN. TETUKA dari Pelabuhan BBJ Bojonegara menuju titik lokasi terakhir (Last Known Position/LKP) di koordinat 6^\circ 14′ 40.52”\text{ S} – 105^\circ 40′ 49.48”\text{ T}.
​Pencarian melibatkan 23 personel gabungan dari Basarnas Banten, Ditpolairud Polda Banten, dan KP. SANJAYA Mabes Polri.

Meski gelombang laut tergolong sedang (0,4 – 1\text{ meter}), proses pencarian menghadapi tantangan berat berupa jarak pandang yang terbatas hanya sekitar 1 mil laut akibat tingginya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Tim SAR bersama instansi terkait terus berupaya maksimal melakukan penyisiran di area titik duga.(*)