PTPN I dan Geo Dipa Kaji Pemanfaatan Panas Bumi untuk Pengeringan Teh

14 views

TOPIKINDONESIA.ID – PT Perkebunan Nusantara I (Persero) dan PT Geo Dipa Energi (Persero) menjajaki pemanfaatan langsung (direct use) panas bumi sebagai sumber energi untuk proses pengeringan teh. Inisiatif ini menjadi langkah strategis untuk mendorong efisiensi energi, mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan bahan bakar kayu, serta memperkuat praktik perkebunan yang berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman pada acara Indonesia International Geothermal Convention & Exibition (IIGCE) 2026, di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (20/8/2026). Nota kesepahaman ditandatangani oleh Direktur Utama PTPN I (Persero) Abdul Rivai Ras dan Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) Yudistian Yunis.

Melalui kerja sama ini, kedua perusahaan akan melakukan kajian dan pengujian teknologi di kawasan Patuha melalui sinergi Geo Dipa Energi dan PTPN I Regional 2. Kajian mencakup aspek teknis, teknologi, keekonomian, risiko, serta model kerja sama sebagai dasar menentukan kelayakan pengembangan direct use panas bumi untuk pengolahan teh.

Direktur Utama PTPN I (Persero) Abdul Rivai Ras mengatakan, pemanfaatan panas bumi merupakan bagian dari transformasi perusahaan dalam merespons tuntutan industri yang semakin efisien dan berkelanjutan.

“Pengeringan teh dengan memanfaatkan panas bumi merupakan inovasi sekaligus model baru dalam mengadaptasi perubahan lingkungan. Energi terbarukan seperti panas bumi semakin relevan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil maupun bahan bakar kayu,” ujar Rivai.

Menurut Rivai, transformasi perkebunan tidak hanya diarahkan pada peningkatan produktivitas, tetapi juga mencakup perubahan dalam pengelolaan energi, proses produksi, dan optimalisasi aset untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar.

“Yang kita bangun hari ini bukan sekadar kerja sama bisnis, tetapi bagaimana menghadirkan kemanfaatan yang lebih besar. PTPN I harus terus bertransformasi dan merespons kebutuhan masyarakat serta lingkungan, termasuk tuntutan global terhadap praktik usaha yang semakin bertanggung jawab,” kata Rivai.

Bagi PTPN I, inisiatif tersebut membuka peluang penerapan sumber energi terbarukan yang lebih dekat dengan kegiatan produktif perkebunan. Jika hasil kajian menunjukkan kelayakan teknis dan ekonomi, pemanfaatan panas bumi berpotensi menjadi alternatif energi dalam proses pengolahan teh sekaligus mendukung efisiensi dan pengurangan dampak lingkungan.

Sementara itu, bagi Geo Dipa Energi, kerja sama ini memperluas pemanfaatan panas bumi tidak hanya untuk pembangkitan listrik, tetapi juga untuk kegiatan produktif melalui skema direct use. Sinergi tersebut mempertemukan kompetensi sektor energi dan perkebunan untuk mengembangkan model pemanfaatan panas bumi yang memiliki nilai ekonomi lebih luas.

Kerja sama di Patuha menjadi tahap awal untuk menguji penerapan teknologi secara terukur. Hasil kajian akan menjadi dasar bagi kedua perusahaan dalam menentukan langkah pengembangan selanjutnya.

Inisiatif ini sekaligus menegaskan bahwa transformasi dan keberlanjutan industri perkebunan dapat dimulai dari proses produksi, termasuk melalui inovasi pemanfaatan energi, menuju industri yang lebih efisien, adaptif, kompetitif, dan berwawasan lingkungan.(*)