Jurnalis Belajar Menerjemahkan Bahasa Ekonomi Melalui Capacity Building Mitra Media BI Lampung

29 views

TOPIKINDONESIA.ID – Di balik angka inflasi, suku bunga, hingga nilai tukar rupiah, ada satu tantangan yang tak kalah penting: bagaimana membuat masyarakat memahami semua istilah itu dengan bahasa yang sederhana.

Tantangan itulah yang menjadi benang merah dalam Capacity Building Mitra Media yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung di Hotel Grand Elty Krakatoa, Kalianda, 9–11 Juli 2026.

Puluhan jurnalis dari berbagai media di Lampung berkumpul untuk memperdalam pemahaman mengenai isu-isu ekonomi sekaligus mengasah kemampuan menyajikannya dalam bentuk berita yang mudah dipahami tanpa kehilangan akurasi.

Bagi Bank Indonesia, media bukan sekadar penyampai informasi, tetapi mitra strategis yang berperan menjembatani kebijakan ekonomi dengan masyarakat.

Deputy General Manager KPw BI Provinsi Lampung, Ahmad Subarkah, mengatakan istilah-istilah ekonomi sering kali terdengar rumit bagi masyarakat. Karena itu, dibutuhkan jurnalis yang mampu mengubah data, angka, dan kebijakan menjadi cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Media merupakan mitra strategis Bank Indonesia dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan kapasitas para jurnalis agar mampu mengemas isu-isu ekonomi menjadi pemberitaan yang mudah dipahami tanpa mengurangi substansi kebijakan,” ujarnya.

Selama tiga hari, peserta tidak hanya menerima materi mengenai perkembangan ekonomi nasional dan daerah, tetapi juga mengikuti diskusi interaktif serta berbagi pengalaman mengenai teknik penulisan berita ekonomi yang lebih komunikatif dan edukatif.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BI Lampung memperkuat literasi ekonomi masyarakat melalui pemberitaan yang berkualitas. Dengan kolaborasi yang semakin erat antara Bank Indonesia dan media, berbagai kebijakan ekonomi diharapkan dapat dipahami publik secara utuh sehingga mampu memperkuat kepercayaan masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi daerah.(*)