PAD Lampung Melejit, Pajak Daerah Nyaris Rp1 Triliun

45 views

TOPIKINDONESIA.ID – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Lampung hingga April 2026 mencapai Rp922,6 miliar. Capaian tersebut ditopang tujuh sektor pajak daerah yang menjadi sumber utama penerimaan pemerintah daerah.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung, Saipul, mengatakan pendapatan itu berasal dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Pajak Rokok, Pajak Air Permukaan (PAP), Pajak Alat Berat, hingga Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).

Menurut Saipul, realisasi PAD hingga April 2026 masih berada di jalur sesuai target caturwulan meski sempat menghadapi tantangan pada triwulan pertama akibat banyaknya hari libur nasional dan cuti bersama.

“Pada triwulan pertama memang ada tantangan karena cukup banyak hari libur, mulai dari bulan puasa, Idulfitri hingga cuti bersama, sehingga aktivitas pelayanan dan pembayaran ikut terpengaruh,” ujar Saipul, Rabu (20/5/2026).

Selain sektor pajak, retribusi daerah juga menunjukkan tren positif. Hingga April 2026, realisasi retribusi daerah mencapai 30,35 persen atau mendekati target triwulanan pemerintah daerah.

Saipul menjelaskan, retribusi daerah berasal dari jasa umum dan jasa usaha. Jasa umum didominasi layanan BLUD Dinas Kesehatan, sementara jasa usaha berasal dari penyewaan lahan, gedung, dan aset daerah lainnya.

Secara nominal, penerimaan pajak daerah tercatat mencapai Rp895,6 miliar atau hampir menyentuh Rp1 triliun. Sementara realisasi retribusi daerah berada di angka Rp146,2 miliar.
Pemerintah Provinsi Lampung optimistis target PAD tahun 2026 dapat tercapai hingga akhir tahun, didukung berbagai kebijakan yang mendorong kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak dan retribusi daerah.(*)