TKA SD–SMP 2026 Digelar April, Bukan Penentu Kelulusan

883 views

TOPIKINDONESIA.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan menyelenggarakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD/MI/sederajat dan SMP/MTs/sederajat pada April 2026.

TKA ini dirancang terintegrasi dengan Asesmen Nasional (AN) dan tidak digunakan sebagai penentu kelulusan murid.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan, TKA merupakan instrumen pemetaan capaian akademik murid secara nasional guna mendukung perbaikan pembelajaran berbasis data.

“TKA bukan ujian kelulusan dan tidak bersifat wajib. Ini untuk membantu satuan pendidikan dan pemerintah memahami kondisi riil capaian belajar murid,” ujar Mu’ti dalam taklimat media di Jakarta, Senin (22/12/2025) kemarin.

Menurut Mu’ti, pengembangan TKA pada jenjang pendidikan dasar merupakan kelanjutan dari kebijakan pemetaan akademik yang sebelumnya telah diterapkan di jenjang menengah, dengan pendekatan penilaian yang disesuaikan dengan tahap perkembangan peserta didik.

Sementara itu, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Toni Toharudin menyampaikan bahwa TKA dirancang sebagai alat diagnosis nasional yang adil, kontekstual, dan berkelanjutan.

“Data TKA menjadi titik awal perbaikan pembelajaran, bukan titik akhir,” kata Toni.

Kemendikdasmen merencanakan pendaftaran TKA bagi murid kelas VI SD dan kelas IX SMP dibuka pada 19 Januari hingga 28 Februari 2026. Simulasi TKA SMP akan dilaksanakan pada 23 Februari–1 Maret 2026, disusul simulasi SD pada 2–8 Maret 2026, serta gladi bersih pada 9–17 Maret 2026.
Pelaksanaan TKA SMP dijadwalkan berlangsung pada 6–16 April 2026, sedangkan TKA SD pada 20–30 April 2026, seluruhnya berbasis komputer dengan penyesuaian terhadap kesiapan infrastruktur daerah.

Hasil TKA akan diolah pada 18–23 Mei 2026 dan diumumkan pada 24 Mei 2026, disertai deskripsi capaian murid sebagai panduan peningkatan kompetensi secara bertahap.

Kemendikdasmen berharap pelaksanaan TKA 2026 dapat memperkuat fondasi pembelajaran sejak dini serta mendorong peningkatan mutu pendidikan nasional secara berkelanjutan.(*)