TOPIKINDONESIA.ID – Drama “OTT Lampung Tengah” yang sejak Senin malam menghebohkan publik, ternyata masih menyisakan tanda tanya besar.
Pasalnya, anggota DPRD Lampung Tengah, Purheri Sumardiyanto, yang sempat dijemput penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hotel Novotel Jakarta, akhirnya dipulangkan tanpa penjelasan apa pun.
Purheri tak sendirian. Empat anggota DPRD lainnya juga ikut “diantar pulang” oleh lembaga antirasuah itu. Namun, tidak satu pun dari mereka berani membuka apa yang sebenarnya terjadi di kamar hotel tempat kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD Lamteng berlangsung pada 7–9 Desember 2025.
“Tadi yang pulang bareng saya ada empat orang lagi,” ujar Purheri, Selasa (9/12/2025) malam seperti dilansir dari Monitor Indonesia.
Purheri menggambarkan detik-detik dirinya digedor, digeledah, lalu dibawa pergi oleh orang tak dikenal yang mengaku petugas. Saat itu ia sedang beristirahat bersama istrinya. Namun ketika ditanya soal dugaan kasus yang menjeratnya, ia memilih bungkam.
“Saya nggak tahu. Saya lagi tidur sama istri. Saya nggak mengikuti perkembangan,” dalihnya singkat.
KPK: Belum Ada Informasi OTT Lamteng
Sementara itu, pernyataan Ketua KPK Setyo Budiyanto justru semakin mempertebal kabut misteri. Ia menegaskan belum menerima laporan apa pun soal OTT Lampung Tengah.
Setyo berada di Yogyakarta menghadiri puncak Hakordia 2025 saat kabar operasi senyap itu merebak.
“Oh, belum terinformasi. Pimpinan masih sibuk di Yogyakarta,” ujarnya di Kompleks Kepatihan, Selasa (9/12/2025).
Ia juga membantah bahwa banyaknya polisi yang berjaga di Gedung Merah Putih berkaitan dengan OTT.
“Itu pengamanan aksi. Masyarakat menyampaikan aspirasi, itu biasa.”
Kabar OTT Beredar, Fakta Masih Gelap
Sejak Senin malam, isu operasi tangkap tangan di Lampung Tengah menyebar cepat. Disebut-sebut ada pejabat daerah hingga anggota DPRD yang terjaring dalam operasi tersebut.
Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai dugaan perkara, jumlah terperiksa, maupun barang bukti yang diamankan.
Yang jelas, ada yang dijemput — lalu dipulangkan. Tanpa penjelasan. Tanpa kejelasan.
Sementara itu, di kediaman Bupati Lampung Tengah Ardito KPK sempat melakukan penggeledahan.
Dari rumah pribadi Ardito Wijaya itu, tim KPK menyita beberapa barang bukti penting yang mengindikasikan adanya aliran dana atau transaksi mencurigakan yaitu Uang Tunai: Sebesar Rp100 Juta. Dokumen Penting: Sejumlah berkas terkait keuangan. Dua buku rekening atas nama Ardito Wijaya dan istrinya, dan telepon genggam (HP) milik suami dan istri juga diamankan.
Sebuah episode yang meninggalkan tanya besar: ada OTT atau tidak? Jika ada, siapa yang diselamatkan? (*)










