TOPIKINDONESIA.ID – Perkembangan kabar operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah anggota DPRD Lampung Tengah (Lamteng) pada Senin (8/12/2025) semakin panas dan mengerucut.
Informasi yang dihimpun media Topikindonesia.id, menunjukkan adanya dinamika baru yang menyeret nama Bupati Lamteng, Ardito Wijaya.
Menurut beberapa sumber, seusai menghadiri peringatan Hari Anti Korupsi di rumah dinasnya, Ardito terlihat berpamitan kepada keluarganya.
“Iya, Ardito pamit. Tidak jelas alasannya. Tapi wajahnya galau benar. Habis itu langsung berangkat ke Jakarta,” ujar seorang sumber yang mengetahui momen tersebut.
Pantauan di lapangan memperlihatkan Ardito terbang dari Bandara Raden Inten II sekitar pukul 15.35 WIB. Hanya 45 menit kemudian, sebuah video di TikTok menampilkan keberadaannya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Sumber lain menyebut perjalanan mendadak itu bukan tanpa alasan.
“Tujuh anggota DPRD yang diamankan menyebut nama Ardito. Dia diminta koperatif datang ke Gedung KPK,” ungkap sumber tersebut.
Tujuh Legislator Diamankan
Informasi yang berkembang menyebut ada tujuh anggota DPRD Lamteng yang telah diamankan KPK. Mereka terdiri atas tiga ketua fraksi — Golkar, Gerindra, dan PKB — serta empat anggota lainnya.
OTT dilakukan ketika para legislator itu tengah mengikuti bimtek Pembinaan Ideologi Pancasila yang digelar BPIP di Hotel Novotel, Jakarta.
Seorang saksi mata membenarkan bahwa Ketua Fraksi Golkar dibawa langsung dari arena bimtek.
“Kalau yang lainnya saya tidak lihat. Tapi petugas masuk, dan tak lama mereka keluar membawa SF,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).
Sumber lain mengatakan bukan hanya SF yang ditangkap.
“Ada tiga orang dibawa KPK. Kamar-kamar mereka juga diperiksa,” kata sumber itu via telepon.
Isu Keterlibatan Bupati Menguat
Di tengah kabar penangkapan itu, rumor kencang menyebut Bupati Lamteng, Ardito, diduga ikut terseret. Namun pada Senin malam ia justru terpantau dalam perjalanan dari Jakarta kembali ke Lampung untuk menghadiri Hari Anti Korupsi (Hakordia).
Isu yang beredar menyebut OTT ini berkaitan dengan dugaan pembagian dana persetujuan DPRD atas rencana Pemkab Lamteng mengajukan pinjaman ke PT SMI.
Seorang politisi senior di Lamteng menyebut pola kasus ini mengingatkan publik pada tragedi korupsi era mantan Bupati Mustafa.
“Ini seperti pengulangan kasus Mustafa dulu,” ujarnya menohok.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari juru bicara KPK terkait siapa saja yang diamankan maupun dugaan kasus yang sedang diproses.
Namun informasi yang berkembang dikalangan media, bahwa di Mapolresta Bandar Lampung juga tim penyidik KPK sejak pagi hari hingga malam ini terus memeriksa beberapa pejabat berkaitan dengan penindakan di Pemkab Lampung Tengah. (*)










