TOPIKINDONESIA.ID – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memastikan pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan, tidak akan terhambat meski alokasi Transfer ke Daerah (TKD) tahun depan mengalami pemangkasan signifikan.
Pemangkasan itu terungkap usai pertemuan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa (7/10/2025) kemarin.
Dalam RAPBN 2026, TKD nasional diproyeksikan hanya sebesar Rp692,99 triliun, turun tajam sekitar 24,7 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp919,9 triliun.
“Untuk Lampung, ada pengurangan sekitar Rp580 miliar. Tapi saya pastikan proyek-proyek prioritas seperti perbaikan jalan dan peningkatan kualitas pendidikan tidak akan berhenti,” tegas Mirza di Kantor Gubernur, Rabu (8/10/2025).
Menurutnya, pemangkasan tersebut akan berdampak pada meningkatnya beban belanja pegawai karena gaji PPPK harus dianggarkan melalui APBD. Meski begitu, Mirza menegaskan, pemerintah provinsi akan melakukan penyesuaian tanpa memangkas gaji maupun tunjangan aparatur.
“Gaji pegawai, terutama guru dan tenaga teknis, tidak akan dipotong. Yang kita efisienkan adalah belanja operasional di OPD,” ujarnya.
Mirza menyebut pembangunan infrastruktur tetap menjadi fokus utama, mengingat akses jalan menjadi urat nadi perekonomian daerah. Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan sektor swasta untuk mempercepat pembangunan.
“Jalan di Lampung adalah yang paling vital. Kalau jalan bagus, ekonomi tumbuh lebih cepat. Kita bisa kerja sama dengan swasta atau model pembiayaan lain agar program tetap jalan,” jelasnya.
Ia berharap, pemangkasan TKD justru menjadi momentum bagi daerah untuk lebih mandiri dalam menggerakkan ekonomi melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat desa.(*)












