TopikIndonesia.ID – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (UKM) Kota Bandar Lampung Riana Apriana menyampaikan sudah ada 12 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang beroprasi.
“Ada 12 KDMP yang telah telah beroperasi di wilayah kita,” ungkapnya di Bandar Lampung, Rabu (25/9/2025).
Saat ini dijelaskannya, masih ada lima KDMP lagi yang sedang dalam proses penyelesaian administrasi dan persiapan operasional seperti perizinan maupun kesiapan pengurus.
“Kendala utama yang dihadapi KDMP di kota ini masih seputar keterbatasan modal usaha serta sumber daya manusia pengurus koperasi yang perlu terus diberikan edukasi terkait tata kelola koperasi yang baik,” kata dia.
Ia melanjutkan, kehadiran KDMP di Kota Tapis Berseri mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat walaupun masih menghadapi sejumlah tantangan.
“Kami melihat geliat usaha koperasi ini terus tumbuh dan manfaatnya pun terus dirasakan masyarakat,” kata dia.
Menurutnya, KDMP di Bandar Lampung tidak hanya bergerak di satu sektor, melainkan sudah mulai merambah beberapa lini usaha yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
“Usaha yang dijalankan di antaranya adalah penjualan sembako, kegiatan simpan pinjam, penyaluran LPG, hingga jasa ekspedisi. Usaha-usaha ini dipilih karena memiliki prospek pasar yang luas dan bisa membantu kebutuhan masyarakat sehari-hari,” kata dia.
Ia mengatakan bahwa Pemerintah Kota Bandar Lampung terus memberikan dukungan terhadap KDMP ini dan sejumlah anggota koperasi dengan memberikan pembinaan, pendampingan, serta pelatihan agar semua dapat berjalan dengan baik.
“Tercatat, 126 pengurus koperasi sudah mengikuti pelatihan kewirausahaan yang difasilitasi oleh dinas. Selain itu, pemerintah juga rutin melakukan monitoring dan evaluasi (monev) untuk memastikan koperasi berjalan sesuai aturan. Ke depan, kami akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak,” kata dia.(KOM)










