Setiap Kelurahan di Bandar Lampung Terima Rp100 Juta Dari Pemkot

36 views
Pemerintah Kota Bandar Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 juta untuk pendanaan awal Koperasi Merah Putih di setiap kelurahan

TopikIndonesia.ID – Pemerintah Kota Bandar Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 juta untuk pendanaan awal Koperasi Merah Putih di setiap kelurahan. Program ini menjadi langkah strategis Pemkot dalam memperkuat perekonomian masyarakat melalui pengembangan koperasi berbasis kelurahan.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, saat memperingati Hari Koperasi Nasional ke-78 tingkat kota di Aula Semergou, Selasa (22/7/2025).

“Ada 126 kelurahan sudah selesai notarisnya untuk membentuk Koperasi Merah Putih. Kita berharap koperasi ini bisa berkembang. Karena tidak ada pertanian di kota ini, kita fokus ke penguatan UMKM,” kata Eva.

Ia menyebut, setiap koperasi yang terbentuk mendapat alokasi dana awal Rp100 juta dari Pemkot.

“Sudah kita anggarkan, per koperasi Merah Putih mendapat Rp100 juta,” ujarnya.

Selain dana dari Pemkot, koperasi juga bisa mengakses pembiayaan dari pemerintah pusat hingga Rp3 miliar. Untuk mencegah potensi penyimpangan, Pemkot turut menggandeng Kejaksaan Tinggi, kepolisian, dan instansi terkait dalam pengawasan pengelolaan koperasi.

“Dengan aktifnya koperasi Merah Putih, kita harap bisa menambah pemasukan bagi PAD Kota Bandar Lampung,” imbuh Eva.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandar Lampung, Riana Apriana, mengatakan koperasi Merah Putih dibentuk dengan prinsip satu kelurahan satu koperasi. Sebanyak 126 koperasi telah terbentuk melalui musyawarah kelurahan dan seluruhnya telah memiliki akta notaris.

“Alhamdulillah seluruh kelurahan di Bandar Lampung sudah memiliki koperasi. Hari ini juga kami melakukan simbolisasi penyerahan akta notaris dan pengesahan badan hukum,” ujarnya.

Riana menambahkan, koperasi Merah Putih bersifat koperasi umum, namun memiliki unit usaha konkret yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah juga mendorong koperasi memiliki unit usaha aktif. Saat ini sudah ada enam gerai yang berjalan sebagai bentuk nyata dari keberadaan koperasi ini,” pungkasnya.(KOM)

BACA JUGA:  Tingkatkan Kompetensi Digital, RTIK Bandarlampung Teken MoU dengan Kampus dan MGMP Lampung