TOPIKINDONESIA.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pesawaran menyelenggarakan debat terbuka antarpasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran pada hari Minggu (18/5/2025), pukul 13.00 WIB, di Hotel Emersia Bandar Lampung.
Debat ini dilaksanakan berdasarkan Lampiran III angka 1 huruf b Surat Dinas KPU RI Nomor 494/PL.02-SD/06/2025 tanggal 4 Maret 2025 sebagai tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi atas perselisihan hasil pemilihan, sekaligus sarana pendidikan politik.
Dan diikuti Paslon Nomor Urut 1 Supriyanto – Suriansyah dan Paslon Nomor Urut 2 Nanda Indira – Antonius Muhammad Ali.
Tim perumus debat terdiri dari akademisi ternama: Dr. Bartoven Vivit Nurdin, Dr. Nanang Trenggono, Prof. Rudi, Siti Khoiriah, Dr. Drs. Tuntun Sinaga, Dr. Usep Syaripudin, Yahnu Wiguno Sanyoto, Ahmad Syarifudin, Prof. Dr. Ari Darmastuti, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, Dr. Fathul Mu’in, M.Hi., Prof. Dr. Hertanto, Dr. Roby Cahyadi Kurniawan, dan Dr. Yusdiyanto.
Sementara itu, tim panelis terdiri dari Ahmad Syarifudin, Prof. Dr. Ari Darmastuti, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, Dr. Fathul Mu’in, Prof. Dr. Hertanto, Dr. Roby Cahyadi Kurniawan, dan Dr. Yusdiyanto.
Debat dimoderatori oleh Salwa Sakinah (TVRI) dan Nico Anggayu (akademisi).
Debat dengan tema “Ikhtiar Membangun Pesawaran” terbagi dalam enam segmen: penyampaian visi misi, dua sesi pertanyaan dari panelis, dua sesi tanya jawab antar pasangan calon, dan penutup.
Segmen kedua dan keempat mengusung sub tema “Inovasi Pelayanan Masyarakat, Memajukan Daerah, dan Kesejateraan Rakyat,” sedangkan segmen ketiga dan kelima berfokus pada “Sinergi Hubungan Daerah Ke Pusat Untuk Menyelesaikan Persoalan Daerah dalam Rangka Memperkokoh NKRI.”
Acara ini disiarkan langsung di TVRI Lampung, Mitra TV Lampung, dan live streaming di Youtube KPU Pesawaran.
Ketua KPU Pesawaran, Fery Ikhsan, menyatakan debat ini sesuai Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2024 dan Keputusan KPU RI Nomor 1363 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Kampanye.
Ia berharap pasangan calon memanfaatkan debat untuk meyakinkan pemilih dengan visi, misi, dan program kerja.
“Semoga ini menjadi edukasi politik dan komunikasi yang baik bagi masyarakat Pesawaran,” ujar dia saat membuka acara debat.
Fery juga mengajak pemilih terdaftar per 27 Februari 2024 untuk menggunakan hak pilih pada pemungutan suara ulang pada Sabtu, 24 Mei 2025, mulai pukul 07.00-13.00 WIB, untuk menentukan masa depan Pesawaran.
Sementara itu, Jurnalis lokal dan nasional dilarang masuk, kecuali yang memiliki undangan resmi dan tanda pengenal dari KPU.
“Perintah Kapolres, hanya yang punya ID Card KPU boleh masuk,” ujar seorang petugas kepolisian.
Ketua AJI Bandar Lampung, Dian Wahyu Kusuma, menyatakan pelarangan ini membatasi transparansi demokrasi.
“Kehadiran jurnalis penting untuk memastikan proses demokrasi akuntabel. Melarang jurnalis berarti membatasi hak masyarakat atas informasi,” tegasnya.
AJI juga mencatat Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) Lampung 2024 turun ke 62,04 dari 69,76 pada 2023, menempatkan Lampung sebagai provinsi terendah kedua nasional.
Para jurnalis di lokasi kecewa karena tidak ada fasilitas layar monitor untuk memantau debat dari luar.
“Kami mau liput, perlu ambil foto dari dalam, tapi tidak ada layar untuk nonton debat,” keluh seorang jurnalis.
Hanya perwakilan organisasi profesi yang diizinkan masuk, sementara lainnya hanya bisa menunggu konferensi pers pasca-debat.
AJI menegaskan kemerdekaan pers adalah fondasi demokrasi dan mendesak penyelenggara pilkada, aparat keamanan, serta kandidat untuk menjamin keterbukaan informasi.
Mereka juga mengajak jurnalis tetap profesional serta masyarakat untuk menjaga kebebasan pers demi kualitas demokrasi di Pesawaran.
Ketua KPU Pesawaran, Fery Ikhsan, menjelaskan bahwa pembatasan peliputan dalam debat publik Pemungutan Suara Ulang (PSU) merupakan hasil kesepakatan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk kepolisian, setelah menggelar dua kali rapat koordinasi.
Menurut Fery, langkah ini diambil agar kedua pasangan calon, yaitu Nomor Urut 1 Supriyanto-Supriansyah dan Nomor Urut 2 Nanda Indira Bastian-Antonius Muhammad Ali, dapat lebih fokus saat menyampaikan visi dan misi mereka di atas podium.
“Agar para calon bisa lebih fokus meyakinkan pemilih. Selain itu, pembatasan ini juga bertujuan menjaga kondusifitas acara, supaya tidak ada tim yang tidak terdaftar yang masuk ke lokasi debat,” jelas Fery.(*)












