Gubernur Arinal Ajak Masyarakat Berhemat dan Konsumsi Pangan Bergizi

458 views

TOPIKINDONESIA.ID – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengajak masyarakat untuk hemat pangan dengan membuat gerakan selamatkan pangan dan setop boros pangan.

“Ini sebagai bentuk komitmen daerah berupaya mencegah terbuang-buangnya pangan atau ‘food waste’ di Lampung,” tegasnya.

Arinal melanjutkan selain mencegah adanya boros pangan, pemerintah daerah juga terus berupaya menciptakan penganekaragaman konsumsi pangan.

Salah satunya dengan membudayakan pola konsumsi Pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA).

“Ini harus menjadi perhatian bersama, jadi dari keberagaman konsumsi pangan yang ada akan ada nilai gizi seimbang dan aman itulah inti penerapan B2SA. Keberagaman konsumsi pangan lokal itu bisa bermuara pada terciptanya sumber daya manusia yang sehat aktif dan produktif,” terangnya.

Arinal mengatakan, dalam meningkatkan keberagaman konsumsi pangan lokal dan memperluas pencegahan boros pangan kepada masyarakat, Tim Penggerak PKK yang ada di 15 kabupaten dan kota pun berperan sangat penting.

“Peran fungsi Tim Penggerak PKK di kabupaten dan kota secara produktif mampu mewujudkan ketahanan pangan ataupun kesejahteraan keluarga,” katanya.

Menurutnya, adanya kegiatan lomba cipta menu berbahan pangan lokal ini bisa juga ikut merubah perilaku ataupun kebiasaan pola konsumsi seperti yang dianjurkan dalam B2SA.

“Ini akan membantu membangkitkan ekonomi baru sekaligus menjaga swasembada, ketersediaan pangan daerah dan UMKM pangan lokal,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Halimahtussyakdiah mengatakan setiap warga negara mempunyai hak penghidupan yang layak sebagai manusia, salah satunya dengan mengkonsumsi pangan yang aman.

Karena itu, pemerintah sebagai regulator memberikan penjaminan dan legalitas keamanan pangan, salah satunya melalui mekanisme perizinan pangan segar yang diedarkan dalam kemasan eceran oleh pelaku usaha.

Sedangkan produsen, kata dia, harus bertanggung jawab atas keamanan produk yang dijual dan peran konsumen adalah melindungi diri dari produk pangan yang tidak aman dan berisiko terhadap kesehatan.

“Di satu sisi, sumber daya alam juga harus diperhatikan. Tidak hanya melihat dari sisi konsumsi, tapi juga berinovasi dari sisi produksi. Jadi dengan kerja sama semua pihak diharapkan keamanan pangan ini tetap bisa terjamin bagi konsumsi masyarakat,” tandasnya.(*)