TOPIKINDONESIA.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung menggelar Digital Financial Festival For Inclusion (Diggifest) di Mall Boemi Kedaton, Jumat (20/10/2023).
Deputi Direktur Pengawasan LJK OJK Lampung Aprianus John Risnad mengatakan Diggifest digelar oleh OJK selama 3 hari yaitu pada tanggal 20-22 Oktober 2023 dengan diikuti 32 industri jasa keuangan lainnya.
“Bulan Oktober ditetapkan oleh pemerintah sebagai bulan inklusi keuangan. Diggifest merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak bulan Mei 2023,” kata Aprianus dalam sambutannya.
Ia menyampaikan kegiatan Diggifest ini memiliki tema “Go Digital dan Go Inklusi”. Menurutnya, saat ini penggunaan teknologi lebih efesien dan mudah oleh pekerja bisnis.
“Inklusi keuangan memiliki peran yang sangat penting, meningkatkan efektifitas ekonomi yang mendukung stabilitas dari keuangan,” ujarnya.
Selain itu menurut Aprianus juga mengurangi shadow banking serta mendukung pasar keuangan.
“Mendukung pasar baru dalan pasar keungan , human developement, berkeontrbusi dalam perkenmmbangan ekonomi,” ucapnya.
Aprianus menerangkan kalau dalam periode BIK sudah ada 134 kegiatan yang telah dilaksanakan oleh OJK Provinsi Lampung.
“Di antaranya HIM SMA Baitul Jannah, Sosialisasi Masyarakat 3T, konferensi, simolek ke sekolah, peresmian desa inklusi, GI di Kota Metro,” jelasnya.
Selanjutnya, Aprianus memaparkan jumlah rekening baru selama periode BIK 2023 berlangsung terdapat 194.536 rekening baru dengan nominal sebesar Rp 15,015 miliar.
Kegiatan Diggifest itu juga dibuka oleh Walikota Bandarlampung Eva Dwiana. Dalam sambutannya ia mengucapkan selamat kepada OJK Lampung atas kegiatan tersebut.
“Selamat kepada OJK Lampung. Juga diharap OJK Lampung bisa terus membantu Pemkot Bandarlampung dalam hal optimalisasi indeks keuangan dan literasi keuangan Bandarlampung” kata Eva Dwiana.
Eva menilai, jika indeks keuangan dan literasi keuangan baik, akan baik juga pembangunan daerah di Provinsi Lampung.(*)












