Pimpin Upacara PTDH Anggota, Kapolda Lampung: Kita Penegak Hukum Tidak Boleh Melanggar Hukum!

TOPIKINDONESIA.ID – Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno memimpin apel upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap personel yang bermasalah, di Mapolresta Bandarlampung pada Senin (1/11/2021) pagi.

“Hari ini kita telah melaksanakan PTDH kepada anggota yang melanggar pidana,” katanya.

Pada upacara tersebut, Kapolda mengingatkan kepada personel lain agar tidak melanggar hukum dalam bentuk apapun.

“Kita tidak boleh melanggar hukum, kita adalah penegak hukum. Jadi tidak boleh kita seperti itu,” kata dia.

Baca juga

Puan Maharani Buka Masa Sidang II DPR 2021-2022 di Rapat Paripurna DPR RI

Yuverdi Ardinata Juara 2 Cabor Biliar Bola 8 di POR SIWO PWI Lampung

Sebanyak 192 Atlit PWI Siap Bertanding di POR SIWO

Tutup Diksar Integrasi, Kapolri Sigit Tegaskan Sinergitas TNI-Polri Kunci Sukses Hadapi Berbagai Ancaman

Dirinya juga tidak ragu-ragu untuk menindak tegas jika ada anggota yang melanggar hukum dalam bentuk apapun.

“Saya tidak ragu-ragu, saya akan tindak tegas itu secara hukum,” kata dia lagi.

Dia menambahkan dalam waktu satu tahun sejak Januari-November 2021, ada sebanyak 19 personel yang telah disidang dengan berbagai pelanggaran hukum.

“Selama tahun 2021 ini kita ada 19 anggota yang telah disidang dengan berbagai pelanggaran hukum,” katanya.

Kapolda juga menindak tegas oknum anggota Polri yang terlibat perampasan mobil

Bripka Irfan Setiawan dipecat secara tidak hormat lantaran terlibat dalam kasus perampasan mobil bersama oknum Aparat Sipil Negara (ASN) di Lampung beberapa waktu lalu.

Polda Lampung masih mengembangkan untuk menangkap dua tersangka lainnya yang menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO). Polda Lampung juga mengimbau para pelaku untuk menyerahkan diri sebelum dilakukan penindakan tegas.

Dalam perkara tersebut, mantan anggota polisi Bripka Irfan Setiawan juga diketahui positif menggunakan narkotika. Polda Lampung sendiri masih menyelidiki soal narkotika yang didapat Irfan tersebut

“Kita masih kembangkan dan belum bisa kita simpulkan. Pasti kita akan lakukan tindakan hukum baik terhadap masyarakat sipil maupun penjualnya. Saat ini anggota masih ada di luar untuk melakukan pengejaran,” pungkasnya. (*)

 

Loading