TOPIKINDONESIA.ID – Pemerintah Provinsi Lampung kembali melakukan perombakan jabatan strategis. Dr. Lukman Pura resmi dilantik sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek, Selasa (6/10/2026).
Lukman Pura sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia. Ia kembali dipercaya menahkodai rumah sakit terbesar milik Pemprov Lampung tersebut.
Pelantikan dilakukan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor 800.1.3.3./3466/VI.04/2026.
Selain Lukman Pura, Marindo juga melantik Gadriyanto Abung sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung. Sebelumnya, Gadriyanto Abung menjabat sebagai Asisten Deputi Rehabilitasi dan Aksesibilitas Sosial pada Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, sementara Lukman Pura menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Provinsi Lampung.
Pergantian ini sekaligus mengakhiri masa jabatan dr. Imam Ghozali sebagai Direktur RSUD Abdul Moeloek. Namun, hingga kini Pemprov Lampung belum menetapkan ke mana Imam akan ditempatkan.
Sekdaprov Marindo Kurniawan memastikan Imam Ghozali tetap akan menjalani proses pelantikan untuk jabatan berikutnya. Hanya saja, posisi barunya masih menunggu keputusan dan proses administrasi kepegawaian.
“Jabatan barunya kita lihat nanti. Ada proses-proses yang harus dilewati,” kata Marindo usai pelantikan.
Menurut Marindo, pergantian pejabat dilakukan berdasarkan hasil uji kompetensi dan evaluasi yang telah dilakukan Pemprov Lampung. Penempatan pejabat juga harus mengikuti ketentuan yang berlaku.
Menariknya, Lukman Pura diketahui akan memasuki masa pensiun pada Desember mendatang. Marindo menegaskan kondisi tersebut tidak berarti pengangkatan Lukman mengabaikan aturan kepegawaian.
“Regulasi tentang kepegawaian kita pedomani. Batas usia pensiun seorang ASN juga akan kita pedomani dan tidak akan ada yang melanggar regulasi,” tegasnya.
Sebagai pimpinan baru RSUD Abdul Moeloek, Lukman Pura langsung dihadapkan pada pekerjaan besar. Marindo meminta pelayanan rumah sakit diperkuat, mulai dari kecepatan penanganan pasien, ketersediaan kamar dan obat-obatan, hingga pengelolaan sarana-prasarana.
RSUD Abdul Moeloek, kata Marindo, merupakan salah satu tumpuan utama masyarakat Lampung dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Karena itu, rumah sakit harus mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, terjangkau, ramah, dan solutif.
“Tidak boleh ada lagi masyarakat yang terlantar karena kekurangan kamar, kekurangan obat-obatan, dan lambatnya penanganan pasien,” tegas Marindo.
Sementara itu, teka-teki mengenai jabatan baru Imam Ghozali kini masih menunggu keputusan Pemprov Lampung. Dengan demikian, pergantian pucuk pimpinan RSUD Abdul Moeloek telah resmi, tetapi masa depan jabatan Imam Ghozali masih menjadi tanda tanya.
Sebelumnya, saat disidak oleh Komisi V DPRD Lampung, di RSUDAM, wartawan bertanya soal isu jabatannya digantikan. Imam mengaku sebagai ASN siap ditempatkan dimana saja.
“Sebagai abdi negara, di mana pun ditempatkan, fight,” ungkap Imam.
Ia menyatakan bahwa basis keahliannya adalah sebagai dokter anestesi dan siap menerima keputusan penugasan apapun demi mengabdi kepada masyarakat.(*)












