TOPIKINDONESIA.ID – Kondisi dunia usaha di Provinsi Lampung dinilai semakin berat memasuki Juni 2026. Sejumlah pelaku usaha mengeluhkan lesunya daya beli masyarakat, kenaikan biaya operasional, serta belum terlihatnya dampak nyata dari berbagai kerja sama investasi dan ekonomi yang selama ini diumumkan pemerintah daerah.
Tekanan semakin terasa setelah nilai tukar dolar Amerika Serikat terus menguat terhadap rupiah. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya biaya bahan baku dan kebutuhan industri yang masih bergantung pada impor, mulai dari sektor perdagangan hingga manufaktur.
Di saat yang sama, harga bahan bakar non-subsidi jenis Pertamax juga mengalami kenaikan. Kenaikan ini dikhawatirkan akan memicu peningkatan biaya distribusi barang dan jasa yang pada akhirnya menambah beban dunia usaha dan masyarakat.
Di tengah situasi tersebut, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Lampung pada Rabu (10/6/2026). Agenda utama Presiden adalah meresmikan RSUD K.H. Muhammad Thohir di Kabupaten Pesisir Barat serta membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII BPP HIPMI.
Peresmian rumah sakit tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses layanan kesehatan modern bagi masyarakat di wilayah pesisir. Setelah itu, Presiden dijadwalkan menghadiri pembukaan Munas HIPMI yang mempertemukan ribuan pengusaha muda dari seluruh Indonesia.
Kehadiran Presiden dalam forum HIPMI dinilai menjadi momentum penting untuk mendengar langsung aspirasi dunia usaha. Banyak pelaku usaha berharap pemerintah pusat dapat menghadirkan kebijakan yang mampu mendorong investasi, memperkuat daya beli masyarakat, dan menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif.
Meski berbagai rencana investasi dan kerja sama terus diumumkan, kalangan pengusaha berharap hasil Munas HIPMI dan kunjungan Presiden ke Lampung tidak berhenti pada seremoni semata. Mereka menantikan langkah konkret yang mampu menggerakkan sektor riil, membuka lapangan kerja, dan memberikan kepastian bagi dunia usaha, termasuk perusahaan media yang saat ini tengah menghadapi tekanan ekonomi yang tidak ringan.(*)












