TOPIKINDONESIA.ID – Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Program Kerja Sekretariat Daerah Provinsi Lampung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Rabu (14/1/2026). Rakor ini menjadi momentum awal penyamaan persepsi dan penguatan komitmen seluruh jajaran Setdaprov.
Rapat tersebut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, serta seluruh kepala biro di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung.
Dalam arahannya, Marindo menegaskan bahwa Sekretariat Daerah memiliki posisi strategis sebagai pusat koordinasi pemerintahan daerah, bukan sekadar unit administrasi. Ia menekankan pentingnya peran aktif seluruh biro dalam mendukung efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.
“Sekretariat Daerah adalah jantung koordinasi pemerintahan daerah. Kita tidak hanya bekerja administratif, tetapi memastikan roda pemerintahan berjalan selaras dan terarah,” ujar Marindo.
Sekdaprov juga mengingatkan tantangan fiskal tahun 2026 yang diproyeksikan semakin berat. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut seluruh jajaran Setdaprov untuk bekerja lebih efektif, efisien, dan fokus pada prioritas pembangunan daerah.
“Keterbatasan fiskal menuntut kita bekerja lebih cermat, solid, dan tepat sasaran. Setiap program harus benar-benar memberi dampak,” tegasnya.
Marindo meminta seluruh kepala biro menjalankan tugas pokok dan fungsi secara optimal sesuai struktur organisasi yang telah ditetapkan, serta memperkuat koordinasi lintas biro guna menghindari tumpang tindih program.
Rakor ini diikuti seluruh Kepala Biro di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, termasuk Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Kesejahteraan Rakyat, Hukum, Pengadaan Barang dan Jasa, Administrasi Pembangunan, Organisasi, Umum, Administrasi Pimpinan, serta perwakilan Biro Perekonomian.
Melalui rakor ini, diharapkan terbangun kesamaan langkah dan komitmen seluruh jajaran Sekretariat Daerah dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan Provinsi Lampung secara lebih optimal di tengah tekanan fiskal yang kian ketat.(*)












