Pegiat Literasi Asal Lampung, Yoga Pratama Dinobatkan sebagai Relawan Literasi Masyarakat Inspiratif 2025 Oleh Perpusnas RI

299 views

TOPIKINDONESIA.ID – Tepuk tangan memenuhi ruangan saat nama Yoga Pratama diumumkan sebagai Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Inspiratif 2025 kategori Inovasi Kegiatan Literasi untuk Masyarakat.

Penghargaan tersebut diberikan pada kegiatan “Pertemuan Pembelajaran Sebaya Relawan Literasi Masyarakat Tahun 2025” yang digelar Perpustakaan Nasional RI.

Yoga, yang juga dikenal sebagai penulis asal Lampung ini sempat menatap sekeliling ketika namanya disebut, seolah memastikan bahwa penghargaan itu benar ditujukan kepadanya.

“Saya hanya bagian kecil dari gerakan besar ini,” ujarnya setelah menerima piagam bernomor HMP.05/3631/2025.

Literasi dari Hal Sederhana

Bagi anggota Tim Literasi Provinsi Lampung itu, literasi tidak selalu lahir dari ruang kelas. Ia tumbuh dari permainan dan budaya kampung: ular tangga, congklak, dan dongeng rakyat, yang diolahnya menjadi media membaca, menulis, dan numerasi.“Pengetahuan tidak harus jauh. Ia tumbuh dari budaya dan pengalaman kita,” kata Yoga.

Sebagai RELIMA Perpusnas RI, fokus utamanya adalah penguatan konten digital agar perpustakaan kelurahan, TBM, dan komunitas literasi dapat memaksimalkan bantuan buku dari Perpusnas.

Enam Bulan Penuh Gerakan

Dalam enam bulan penugasannya, Yoga menggerakkan berbagai program, mulai dari membaca nyaring, literasi lingkungan, lokakarya cerita rakyat, hingga pelatihan kecil untuk kader dan pengelola perpustakaan.

Menjaga Buku Agar Tidak ‘Mati di Rak’
Salah satu tugas penting yang ia emban adalah memastikan buku bantuan Perpusnas benar-benar bermanfaat. Yoga rutin mengecek pemanfaatan koleksi di TBM, perpustakaan kelurahan, dan ruang baca komunitas di Bandar Lampung.
Ia mendorong pengelola untuk membuat program bersama masyarakat: membaca bareng anak-anak, sesi bercerita, hingga literasi keluarga.

“Buku bermakna ketika disentuh. Saya hanya memastikan mereka punya perjalanan panjang,” katanya.

Upaya ini mulai terasa hasilnya. Anak-anak kini lebih rutin membaca cerita bergambar, sementara para ibu memanfaatkan koleksi tentang pengasuhan dan kesehatan dalam kegiatan harian.

Relawan yang Rendah Hati
Meski menerima apresiasi di tingkat nasional, Yoga tetap merendah. Ia menyebut dirinya “pembelajar paling bising”—seseorang yang tak henti mencoba, kerap tersandung, tetapi selalu kembali melangkah.

“Penghargaan ini mengingatkan bahwa pekerjaan kita masih panjang,” ucapnya.

Gerakan Kolektif, Bukan Tanggung Sendiri

Yoga menyadari bahwa gerakan literasi bertumpu pada banyak pihak. Ia menegaskan peran Dinas Perpustakaan Provinsi dan Kota Bandar Lampung, mitra Perpusnas RI, pengelola TBM, perpustakaan kelurahan, komunitas literasi, serta rekan RELIMA dari Bandar Lampung, Way Kanan, hingga Metro.

“Kalau dikerjakan sendirian, gerakan literasi tidak akan pernah besar,” tegasnya.

Penghargaan yang Menguatkan Langkah

Bagi Yoga, penghargaan sebagai RELIMA Inspiratif 2025 bukanlah puncak, melainkan pengingat bahwa amanah literasi selalu lebih besar dari dirinya.

“Saya ingin penghargaan ini hidup di lapangan—di anak-anak yang menemukan dunia lewat membaca, di warga yang makin percaya bahwa literasi itu penting,” ujarnya.(*)