Dari Aktivis PMII, Wartawan, hingga Membangun TopikIndonesia.id

17 views

Taufik Rohman merupakan sosok yang menapaki perjalanan panjang di dunia pergerakan, jurnalistik, hingga menjadi pengusaha media.

Berawal dari aktivitas sebagai kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), ia kemudian memilih jalan jurnalistik sebelum akhirnya membangun media sendiri.

Perjalanan Taufik di dunia aktivisme dimulai pada 2007 hingga 2011 ketika aktif di PMII Rayon Syari’ah dan Komisariat PMII di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Intan Lampung.

Dunia pergerakan tersebut menjadi salah satu ruang pembentukan karakter, idealisme, sekaligus keberaniannya dalam menyuarakan gagasan dan kepentingan masyarakat.

Setelah menyelesaikan masa pengabdiannya di organisasi mahasiswa tersebut, pada 2011 tepatnya bulan Februari, dimana mata kuliah di Jurusan Muamalah Fakultas Syari’ah sudah selesai semua sambil menunggu dan menggarap Skripsi, karena 2010 akhir sudah selesai dari KKN di Talang Baru Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan saat itu, maka di Februari 2011, diajak oleh seseorang yang tidak bisa saya lupakan dia adalah Bang Mico Periyando yang saat ini adalah owner Harian Pilar Grup. Taufik Rohman diajak untuk bergabung di media saat itu Harian Kupas Tuntas, dimana bang Mico adalah Redaktur Pelaksana di media tersebut.

Dari situlah Taufik memulai menekuni profesi sebagai wartawan. Ia bergabung dengan Harian Kupas Tuntas dan menjalani profesi jurnalistik hingga 2014.

Pengalaman jurnalistiknya kemudian berlanjut di Harian Bongkar Post, di mana ia dipercaya sebagai Redaktur hingga 2016. Setelah itu, Taufik sempat bergabung dengan Inilampung.com selama kurang lebih enam bulan.

Pada akhir 2016 hingga 2018, ia kembali memperkuat pengalaman jurnalistiknya dengan bergabung bersama Harian Bandar Lampung News dan Harian Lampung. Memasuki awal 2018, Taufik kemudian menjadi wartawan Rilislampung.id hingga November 2020.

Lebih dari satu dekade berada di dunia jurnalistik membuat Taufik tidak hanya memahami kerja-kerja peliputan, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana media berkembang menghadapi perubahan zaman dan pesatnya transformasi digital.

Momentum penting dalam perjalanan kariernya terjadi pada Desember 2020. Setelah bertahun-tahun menggeluti dunia jurnalistik, Taufik memutuskan membangun media sendiri dengan mendirikan TopikIndonesia.id.

Langkah tersebut kemudian diperkuat dengan berdirinya PT Topik Indonesia Multimedia yang mulai terbit dan menjalankan aktivitas medianya pada Februari 2021.

TopikIndonesia.id menjadi ruang bagi Taufik untuk mengembangkan gagasan dan idealismenya dalam membangun media yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga berupaya menghadirkan pemberitaan yang dekat dengan masyarakat.

Dari seorang aktivis mahasiswa, kemudian wartawan, redaktur, Pemimpin Redaksi, hingga akhirnya menjadi pemilik media, perjalanan Taufik Rohman menunjukkan sebuah proses panjang dalam membangun karier di dunia pers.

Hingga saat ini, Taufik Rohman masih dipercaya sebagai Owner sekaligus CEO PT Topik Indonesia Multimedia, perusahaan yang menaungi Topikindonesia.id.

Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa membangun media bukanlah proses yang instan. Ada pengalaman, proses belajar, jatuh bangun, tekanan, jaringan, idealisme, serta keberanian mengambil keputusan yang mengiringinya.

Dari ruang organisasi mahasiswa, berlanjut ke ruang redaksi, hingga mendirikan perusahaan media sendiri—Taufik Rohman memilih untuk terus tumbuh bersama dunia jurnalistik yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Dan saat ini kondisi pengusaha media sedang berada di persimpangan jalan, semoga harapan itu masih ada. Dan setidaknya kita sudah berani untuk menulis.

Bahkan tokoh pers legendaris sekaligus Bapak Pers Nasional, yaitu Raden Mas Tirto Adhi Soerjo. Pernah menyebutkan bahwa gagasan utama mengenai pers dan menulis ialah:

“Tulisan adalah bentuk perlawanan terhadap penindasan.”

Beliau memandang pers bukan sekadar bisnis informasi, melainkan sebuah instrumen perjuangan bangsa untuk membela kaum bumiputra yang tertindas.

Tabik Pun!