TOPIKINDONESIA.ID – Pagar rapat, motor terkunci stang. Semua standar keamanan sudah dipenuhi. Namun maling di Tanjung Senang, Bandar Lampung, seolah tak kehabisan akal.
Kejadian itu dialami Septi Iswarini, warga Jalan Ratu Dibalau, Gang Damai Ujung, pada Senin pagi (1/9/2025).
Alih-alih memulai aktivitas harian, ia harus menelan kenyataan pahit: motor Honda Beat 2016 milik putrinya, Asty Indra Larasati, hilang dari halaman rumah.
“Sekira pukul 06.00 WIB pagar yang awalnya rapat sudah renggang. Motor yang terkunci stang tiba-tiba lenyap,” ujarnya.
Septi hanya bisa geleng-geleng kepala.
“Entah malingnya belajar di mana, rasanya lebih ahli daripada tukang kunci,” katanya usai melapor ke Polsek Tanjung Senang.
Polisi Turun Tangan
Laporan resmi terdaftar dengan nomor LP/B-135/IX/2025/LPG/RESTA BALAM/SEKTOR TJS.
Kerugian diperkirakan mencapai jutaan rupiah, ditambah terganggunya aktivitas sang anak yang tengah menempuh studi S2 di Universitas Lampung.
“Motor itu hasil keringat. Sekarang anak saya terpaksa naik ojek demi bisa kuliah,” tutur Septi.
Empat anggota polisi langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan.
Namun bagi keluarga, harapan mereka sederhana: motor kembali, tak perlu menghukum pelaku.
“Tapi kami juga sadar, kadang harapan kalah sama kenyataan,” ucapnya.
Bukan Kali Pertama
Rumah Septi ternyata sudah dua kali jadi sasaran maling. Beberapa tahun lalu, pencuri masuk lewat kamar belakang. Jam tangan, televisi, bahkan celengan anak-anak pun raib dibawa kabur.
Sejak itu, keluarga memasang pagar besi. Namun pagar yang seharusnya jadi pelindung, kini terasa sekadar dekorasi.
“Suami saya dulu sempat menolak pasang pagar, karena ingin tetap akrab dengan tetangga. Tapi ternyata, pagar pun tak cukup jadi pengaman,” ujarnya.
Septi pun mengingatkan warga lain agar tak lengah.
“Perhatikan keamanan rumah, jendela, pintu, pagar. Kalau kita lalai, kejahatan tinggal menunggu giliran,” tandasnya.(*)












