TOPIKINDONESIA.ID – Program Sudut Pandang yang ditayangkan TVRI Lampung menghadirkan topik menarik bertajuk “Ruang Maya, Dampak Nyata”, dengan menghadirkan salah satu narasumber utama, Ir. Aliy Hafiz, S.Kom., M.T.I., CEH., CSA., seorang pengamat teknologi informasi, dosen, dan juga Ketua Relawan TIK (RTIK) Kota Bandar Lampung.
Dalam kesempatan tersebut, Hafiz sapaan akrabnya memaparkan sejumlah persoalan penting terkait ruang digital, terutama mengenai tantangan keamanan digital yang semakin kompleks.
Aliy Hafiz menjelaskan bahwa ruang maya kini tidak hanya menjadi tempat bersosialisasi dan berbagi informasi, melainkan telah menjadi bagian integral dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Ia menyoroti bahwa aktivitas digital yang terus meningkat juga diiringi oleh ancaman keamanan yang nyata, mulai dari kebocoran data pribadi, penipuan daring, penyebaran hoaks, hingga eksploitasi identitas digital.
Sebagai Ketua RTIK Kota Bandar Lampung, Aliy Hafiz memiliki komitmen tinggi dalam mendorong peningkatan literasi digital di kalangan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa ancaman dunia maya seperti phishing, penyalahgunaan OTP, hingga pencurian data bukanlah hal yang bersifat teknis semata, melainkan sudah menjadi masalah sosial yang perlu disikapi bersama secara serius. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan akun, mudahnya membagikan informasi pribadi, serta kebiasaan mengklik tautan sembarangan menjadi pemicu tingginya kasus kejahatan digital saat ini.
Dalam paparannya, Aliy Hafiz juga menyinggung berbagai kasus yang terjadi di Indonesia dalam dua tahun terakhir, seperti meningkatnya penipuan rekrutmen palsu, kebocoran data pribadi di berbagai platform digital, hingga kerugian materi akibat manipulasi informasi dan hoaks yang menyebar cepat di media sosial. Ia menegaskan bahwa setiap aktivitas di ruang maya memiliki konsekuensi nyata, dan karenanya diperlukan budaya sadar digital yang kuat di masyarakat.
Melalui program ini, Aliy Hafiz turut mengajak masyarakat untuk aktif menjadi pengguna teknologi yang bertanggung jawab dan berpikir kritis terhadap setiap informasi yang diterima. Menurutnya, langkah awal untuk membangun ekosistem digital yang sehat dapat dimulai dari diri sendiri, antara lain dengan menggunakan kata sandi yang kuat, membatasi informasi pribadi yang dibagikan secara publik, serta tidak mudah tergoda dengan konten yang belum terverifikasi.
Partisipasinya dalam acara Sudut Pandang memperkuat komitmennya sebagai dosen dan edukator di bidang keamanan siber dan literasi digital, yang selama ini aktif memberikan pelatihan, seminar, dan pendampingan kepada berbagai komunitas, instansi, dan lembaga pendidikan di wilayah Lampung.
Melalui diskusi ini, TVRI Lampung berhasil mengangkat isu yang sangat relevan dengan perkembangan zaman. Ruang maya kini menjadi bagian dari kehidupan nyata, dan masyarakat dituntut untuk lebih cerdas serta waspada agar tidak terjerat risiko digital yang dapat merugikan secara pribadi maupun kolektif.(*)












