Meski WFA Lebaran 2025 Dimajukan di 24 April, Mendagri Tito Meminta Layanan Publik Tetap Berjalan 

573 views

TOPIKINDONESIA.ID – Kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada pemerintahan baik pusat maupun daerah akan dilaksanakan pada 24 Maret-7 April 2025.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta layanan publik di berbagai daerah tetap berjalan, selama penerapan kebijakan Work From Anywhere pada periode mudik Lebaran Tahun 2025 ini.

“Tadi kami sudah membicarakan terkait WFA kepada gubernur, bupati dan walikota. Dan saya minta jangan sampai ada yang kosong, semua layanan publik harus tetap berjalan,” jelas Mendagri Muhammad Tito Karnavian usai Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Angkutan Mudik Lebaran 2025 yang digelar di Kantor Gubernur Lampung, Kamis (13/3/2025).

Mendagri menjelaskan semua kepala daerah serta para pimpinan harus mengatur staf atau pekerjanya untuk menjalankan tugas pelayanan publik dengan baik di periode tersebut.

“Para pimpinan harus mengatur stafnya masing-masing, agar mereka bekerja bergantian sehingga layanan publik tidak terganggu,” tegasnya.

Mendagri Tito meminta kepada kepala daerah untuk membuat apel kesiapsiagaan menjelang pelaksanaan mudik Lebaran 2025, untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan dalam menghadapi kendala selama periode Lebaran 2025.

“Dan tadi sudah meminta ke kepala daerah untuk membuat apel kesiapsiagaan, sebab kita tidak tahu kapan akan terjadi banjir, atau ancaman lain. Sehingga semua unsur harus meningkatkan kesiapsiagaan, semua harus siap untuk memberi jaminan ke masyarakat agar lebih tenang dan nyaman selama mudik,” ungkapnya.

Mantan Kapolri itu menambahkan untuk mengantisipasi adanya kepadatan arus mudik pada 21 Maret 2025, maka pemerintah memberlakukan kebijakan WFA bagi ASN, dan BUMN yang ada di pusat ataupun di daerah pada 24 Maret-7 April 2025.

“Supaya konsentrasi arus mudik dan arus balik tidak tinggi sekali, selain menerapkan WFA, sekolah baik swasta atau negeri pun sudah diliburkan pada 21 Maret. Ini diharapkan bisa membuat arus mudik dan balik terurai serta tidak terkonsentrasi pada waktu yang pendek,” tegasnya.

Sehingga dengan begitu, lanjut Mendagri perjalanan mudik tahun 2025 ini dapat berjalan lancar dan tidak menumpuk di satu titik.

“Apalagi Provinsi Lampung ini merupakan pintu gerbang Jawa dan Sumatera. Jadi harus diantisipasi,” katanya.(*)