TOPIKINDONESIA.ID – Salah satu dosen Institut Teknologi Bisnis dan Bahasa Dian Cipta Cendikia (ITBA DCC) Lampung, Ir. Aliy Hafiz, mengikuti sertifikasi kompetensi bidang Internet of Things (IoT) yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Telekomunikasi Digital Indonesia. Sertifikasi ini dilakukan dengan skema Perekayasa IoT (IoT Engineer) dan bertempat di Yogyakarta.
Kegiatan ini diikuti oleh para akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk dosen dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Uji kompetensi ini bertujuan untuk meningkatkan keahlian para dosen di bidang IoT serta memberikan pengakuan profesional yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Pelaksanaan uji kompetensi dilakukan oleh asesor juga dosen dari Universitas Gadjah Mada (UGM), yang memiliki kualifikasi tinggi dalam bidang teknologi digital. Proses penilaian mencakup penguasaan teori serta praktik rekayasa IoT, meliputi desain, pengembangan, dan implementasi sistem berbasis IoT.
Ir. Aliy Hafiz menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam sertifikasi ini merupakan langkah penting untuk memperkuat kompetensinya di era revolusi industri 4.0, terutama dalam mendukung kemajuan teknologi di lingkungan pendidikan tinggi.
“Dengan sertifikasi ini, kami berharap dapat lebih optimal dalam membimbing mahasiswa serta memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan teknologi digital, khususnya Internet of Things,” ungkapnya.
Uji kompetensi ini menjadi bukti komitmen perguruan tinggi di Indonesia, termasuk ITBA DCC, untuk terus meningkatkan kualitas tenaga pengajar agar mampu bersaing di era digital. Sertifikasi seperti ini diharapkan mampu mendorong inovasi dan pengembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini.
Internet of Things (IoT) kini menjadi salah satu bidang yang berkembang pesat dan memainkan peran strategis dalam berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, manufaktur, dan pertanian. Keahlian di bidang IoT akan menjadi keunggulan kompetitif bagi tenaga pengajar maupun mahasiswa di masa depan.
Dengan dukungan sertifikasi kompetensi berbasis BNSP, diharapkan semakin banyak dosen dan tenaga pengajar yang memiliki keahlian mumpuni untuk menghadapi tantangan global di bidang teknologi.(*)












